GRESIK, Berita Utama – Persoalan yang terjadi di Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Giri Tirta Gresik masih menjadi sorotan publik karena belum tuntas sepenuhnya. Mulai dari mandegnya kasus dugaan korupsi jajaran direksi lama, keterlambatan pemasangan jaringan pipa baru, dan masih banyak warga yang belum terlayani.
Padahal, penyertaan APBD untuk Perumda Giri Tirta juga tidak sedikit. Ditambah lagi banyaknya industri menikmati layanan yang seharusnya juga memprioritaskan air untuk rumah tangga. Maka, puluhan massa gabungan dari Paramaniaga Pedagang Alun-Alun Gresik (PPAG), Front Perjuangan Pemuda Indonesia (FPPI) Gresik, Gerakan Penolak Lupa (Gepal), Aliansi Warga Wotan, Persatuan Parkir Gresik (Perpagres), dan Aliansi Dalegan Bersatu (Adab), melakukan unjukrasa di depan Kantor Perumda Giri Tirta di Jalan Permata Bunder Asri, Selasa (28/02/2023).
“Banyak sekali persoalan serius belum diselesaikan. Padahal air menjadi kebutuhan dasar untuk warga!,” kata Ketua Gepal, Safik Udin dalam orasinya.
Untuk itu, jajaran direksi baru didesak segera menyelesaikan banyaknya persoalan yang belum dituntaskan.
“Ke depan dibawah kepemimpinan direksi baru, semua persoalan ini tidak kembali terjadi,” tambah dia.
Terpisah, Direktur Umum Perumda Giri Tirta Gresik Ahmad Rusdilfahmi yang menemui pengunjukrasa berkomitmen untuk segera menyelesaikan berbagai persoalan tersebut.
“Kami masih baru di sini, sudah banyak krisis masalah. Tapi itu sudah menjadi konsekuensi yang harus kami terima. Kami juga menyadari, semuanya butuh waktu. Karena permasalahan e banyak, kita selesaikan satu persatu,” jelasnya.
Untuk persoalan korupsi, pihaknya tidak bisa ikut campur serta menyerahkan sepenuhnya kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Sedangkan, dari 3200 sambungan baru yang akan dipasang ditargetkan bisa selesai pada bulan April 2023.
“Targetnya 3200 sambungan baru yang sudah terpasang 1880 sambungan. Rencananya April sudah selesai. Sekarang mungkin sudah 2000- an, target sehari bisa 300 pemasangan. Kendalanya menyesuaikan cuaca juga. Sebaran seluruh Kabupaten, tapi kebanyakan di Gresik selatan,” pungkas dia.
Komentar telah ditutup.