GRESIK, Berita Utama- Sampah impor masih ditemukan oleh aktivis lingkungan Aeshnina Azzahra Aqilani (Nina). Untuk itu, dia mendatangi kantor Gubernur Jawa Timur untuk berkirim surat sambil membawa specimen sampah impor yang diketahui berasal dari pabrik kertas. Bahkan, foto-foto pencemaran sungai akibat buangan limbah pabrik kertas juga disertakan.
“Kami mengirimkan surat untuk mengingatkan kepada Gubernur Jawa Timur terkait penyelesaian sampah impor yang tak kunjung selesai. Sehingga berdampak pada pencemaran di Kali Sadar dan Kali Porong. Fakta ini, kami temukan ketika melakukan investigasi lapangan pada PT. Mekabox International masih membuang limbah cairnya langsung ke sungai,”ujar dia dalam siaran persnya, Rabu (23/08/2023).
Akibatnya, air sungai berwarna kuning kecoklatan dan kental yang dapat membunuh ribuan ikan-ikan dan udang di tambak sungai Porong.
“Dan setelah kami teliti limbah cairnya, ternyata terdapat mikro plastiknya. Fakta ini, menunjukan bahwa pabrik kertas di Jawa Timur masih mengimpor sampah plastik. Mikroplastik adalah serpihan atau remahan plastik” ungkap aktivis yang dekat dengan Ecoton itu.
Temuan lainnya dari pelajar salah satu SMA swasta ini, pabrik kertas tidak memusnahkan sampah plastiknya tetapi dijual ke desa-desa di sekitar pabrik kertas yang berasal dari Mojokerto dan Sidoarjo, dimana penduduk desanya sebagian besar adalah petani yang upahnya tidak cukup untuk kebutuhan sehari-hari yang akhirnya terpaksa menjadi pemilah sampah plastic impor.
“Sampah plastic impor ini juga ada yang berakhir di pabrik tahu yang berada di Desa Tropodo Kecamatan Krian Kabupaten Sidoarjo,”papar dia.
Nina melalui suratnya juga mengingatkan kepada Gubernur Khofifah Indar Parawansa terkait masalah tahu dan telur dioksin yang sampai saat ini belum dituntaskan. Pabrik tahu masih menggunakan scrub plastic untuk bahan bakar pembuatan tahu. Kemudian asap yang dihasilkan dari hasil pembakaran plastic mengandung racun-racun berbahaya. Seperti dioksin hingga mengkontaminasi tahu dan abu yang dimakan oleh ayam ternak dan mengkontaminasi telur ayam, mencemari udara dan tanah.
Menurut Nina, Gubernur Jawa Timur pada tahun 2019 lalu pernah berjanji untuk membantu memberikan subsidi kayu bakar sebagai pengganti plastic untuk masyarakat yang bekerja di pabrik tahuTropodo. Sementara masyarakat membutuhkan mesin penghangat (boiler) untuk menghemat kayu.
Maka, Nina dalam suratnya menuntut GubernurJawa Timur untuk segera menepati janjinya menyelesaikan permasalahan sampah impor, menegakkan regulasi pabrik kertas agar tidak mengeluarkan sampah impor dari pabrik, mengawasi serius pabrik kertas agar tidak membuang limbah cair yang dapat merusak ekosistem sungai, memberikan pekerjaan yang layak dan merata.
Komentar telah ditutup.