GRESIK, Berita Utama —Pendapatan dari pajak mineral bukan logam dan batuan (MBLGB) alias galian C yang dipungut Badan Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPPKAD) Gresik sepanjang tahun 2022, kinerjanya masih buruk. Sebab, masih belum juga terpenuhi target yang telah ditetapkan. Padahal, aktivitas pengurukan lahan menggunakan galian C masih tinggi.
Hal tersebut menjadi sorotan Komisi II DPRD Gresik dalam rapat kerja dengan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait membedah laporan keterangan pertanggungjawaban (LKPJ) tahun 2022 di gedung DPRD Gresik, Senin (10/04/2023).
Menurut Wakil Ketua Komisi II DPRD Gresik, Kamja Wiyono bahwa pendapatan pajak galian C jebol yang ditengarai adanya kongkalikong antara petugas checker yang menghitung volume galian c yang keluar area tambang.
“Misalkan, galian C yang diangkut truk tronton sehari ada 400 rit. Tapi, petugas cheker melaporkan hanya setengahnya. Itu bukan lagi kebocoran pendapatan, tapi jebol,” ucapnya dengan nada keras seusai mengikuti rapat.
Menurut politisi Partai Gerindra ini, keberadaan cheker sangat naif karena mereka sudah memperoleh pendapatan dari gaji, juga mendapat ceperan yang lumayan. Alhasil, realisasi pendapatan pajak galian C yang masuk ke kas daerah hanya tercapai separuh dari target.
“Targetnya di tahun 2022 hanya sebesat Rp 4 miliar. Tetapi, realisasinya hanya Rp 2 miliar,” imbuh dia.
Sorotan senada dikatakan oleh Anggota Komisi II lainnya, Hj Lilik Hidayati yang mensinyalir ada praktek nakal yang dilakukan pemegang izin pertambangan. Apalagi, mereka yang tak memiliki izin pertambangan.
“Kalau yang memiliki izin, lahannya tidak ditambang tetapi lokasi-lokasi di sebalahnya atau lokasi lain. Jadi, lahan yang diajukan untuk tambang, tak habis-habis,”tukas dia.
Sementara itu, Ketua Komisi II DPRD Gresik Asro’in Widyana menuturkan, pihaknya meminta Pemkab Gresik menggenjot perolehan pajak galian C ini. Sebab, pemerintah pusat mengizinkan memungut pajak atas aktivitas galian C.
“Tinggal keseriusan dari OPD terkait. Bisa atau tidak?. Yang jelas, targetnya naik menjadi Rp 6 miliar tahun ini,” tandasnya.
Langkah lain yang bisa dilakukan untuk mengatasi kebocoran dari pajak galian C yakni memasang e-gate di lokasi pintu masuk dan keluar tambang. Sehingga, semua pemasukan langsung tercatat secara digital. “Rencananya tahun ini akan dibangun e-gate. Sehingga, galian C yang diangkut kendaraan yang keluar dari tambang bisa dihitung dan dipungut,” pungkas dia.
Komentar telah ditutup.