GRESIK, Berita Utama– Kolaborasi yang ciamik antara PT Petrokimia Gresik (PG), perusahaan Solusi Agroindustri anggota holding Pupuk Indonesia bersama pondok pesantren dengan meluncurkan program Pesantren Mitra Makmur atau Santri Makmur di tengah peringatan Satu Abad Nahdlatul Ulama (NU).
Direktur Utama (Dirut) PG Gresik, Dwi Satriyo Annurogo menyampaikan bahwa, Santri Makmur merupakan program inisiasi dari PG yang didukung oleh Pupuk Indonesia dan dihadirkan dalam rangka menyukseskan Program Makmur Kementerian BUMN.
Petrokimia Gresik, dalam program ini akan melakukan pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) santri di sektor pertanian. Mereka akan dididik dan dilatih menjadi tenaga pendamping pada Program Pesantren Mitra Makmur.
“Program Makmur sendiri merupakan program pendampingan komprehensif kepada petani dengan melibatkan stakeholder pertanian. Semangat dari program ini adalah meningkatkan pendapatan atau kesejahteraan petani melalui peningkatan produktivitas pertanian. Dengan kolaborasi bersama pondok pesantren, yang nantinya dikemas dengan Program Pesantren Mitra Makmur ini, saya yakin pelaksanaan Program Makmur pun akan semakin optimal, mengingat keberadaan pondok pesantren juga tersebar di seluruh Nusantara, sehingga kebermanfaatan Program Makmur akan lebih luas lagi,” tandas Dwi Satriyo dalam siaran persnya, Selasa (10/01/2023).
Makmur merupakan program yang dicanangkan oleh Kementerian BUMN pada bulan Agustus 2021. Makmur merupakan program yang menciptakan ekosistem pertanian komprehensif yang didukung oleh beberapa BUMN, seperti ID Food, Himbara, BUMN asuransi dan lain sebagainya. Mulai dari penyediaan dana atau modal usaha yang bersinergi dengan lembaga perbankan, jaminan asuransi, ketersediaan pupuk, kawalan pengendalian hama, hingga offtaker. Program ini memberikan jaminan produktivitas dan kesejahteraan bagi petani. Selain itu juga menjadi komitmen Petrokimia Gresik untuk menjaga ketahanan pangan nasional.
Santri Makmur ini, pelaksanaannya akan mendukung pelaksanaan dari Program Makmur PG, dimana tahun ini target yang diamanahkan oleh Pupuk Indonesia semakin meningkat, yaitu 99.000 Hektare (Ha) jika dibandingkan dengan realisasi di tahun 2022 sebesar 98.591 Ha.
Santri Makmur ini juga akan menggenapi tenaga pendamping dari Taruna Makmur yang sebelumnya pada tahun 2022 telah diluncurkan terlebih dahulu oleh Petrokimia Gresik bekerja sama dengan Politenik Pembangunan Pertanian (Polbangtan). Untuk itu, Dwi Satriyo optimis target dari Program Makmur Petrokimia Gresik tahun 2023 ini dapat terlampaui dengan baik.
“Semakin banyak kita berkolaborasi, manfaat yang dihasilkan dari pelaksanaan Program Makmur juga bakal semakin luas. Kita juga harus bisa menjalankan program Makmur yang saat ini kita perluas pemahaman dan kontribusinya hingga pada regenerasi pejuang pertanian,” ujar Dwi Satriyo.
Selain mengoptimalkan pelaksanaan Program Makmur, Santri Makmur dan Taruna Makmur juga menjadi salah satu upaya Petrokimia Gresik dalam mendorong regenerasi petani di tanah air. Seperti diketahui, Petrokimia Gresik senantiasa aktif melibatkan generasi muda dalam upaya optimalisasi sektor pertanian, salah satunya melalui kegiatan Jambore Petani Muda yang diselenggarakan setiap tahun, dan kali ini melalui Santri Makmur dan Taruna Makmur.
“Melalui program ini, kami mengajak generasi muda untuk melihat langsung betapa besar potensi sektor pertanian jika dikelola dengan optimal. Hal ini diharapkan akan menjadi magnet bagi generasi muda untuk terjun ke sektor pertanian,” tukas dia.
Peluncuran Program Santri Makmur di tengah Festival Tradisi Islam Nusantara di Banyuwangi, Jawa Timur, Senin malam (9/1/2023) yang disaksikan langsung oleh Presiden Republik Indonesia (RI), Joko Widodo; Ketua Umum PBNU K.H Yahya Cholil Staquf; Ketua Pengarah hari lahir (Harlah) NU sekaligus Menteri BUMN RI, Erick Thohir; serta Direktur Utama PT Pupuk Indonesia (Persero), Bakir Pasaman.
Komentar telah ditutup.