GRESIK, Berita Utama – Banyak pelanggan Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Giri Tirta yang tidak patuh membayar biaya bulanan. Secara akumulasi terdapat tunggakan pelanggan hingga mencapai Rp 10 miliar dari sebanyak 120 ribu pelanggan air Perumda Giri Tirta hingga 2023 ini.
Banyak faktor yang menyebabakan pelanggan membayar tunggakan. Seperti saluran air yang masuk ke rumah-rumah sempat mengalami mati kemudian pelanggan lupa membayar. Begitu air sudah menyala, pembayaran tidak dilanjutkan.
Direktur Utama (Dirut) Perumda Giri Tirta Kurnia Suryandi mengakui tunggakan pelanggan cukup besar. Untuk kemajuan perusahaan pelat merah milik Pemkab Gresik ini, pihaknya sedang melakukan pembersihan managemen. Apabila pelanggan tiga bulan menungak pembayaran, akan dilakukan pemutusan sementara.
“Sudah banyak yang dilakukan putus sementara,” ucapnya kepada awak media, Minggu (27/08/2023).
Tujuannya, pelanggan segera melakukan pembayaran tunggakan. Apabila nominalnya terlalu besar, Giri Tirta juga menyiapkan sejumlah skema. Seperti cicilan untuk pelunasan.
“Kalau pelanggan ingin terus tersambung, kami tidak menyulitkan pelanggan. Mau dilunasi lewat cicilan bisa. Karena yang nunggak ini sudah lama-lama,” imbuhnya.
Apabila tidak kunjung dilunasi, lanjut dia, sambungan rumah bisa terancam diputus secara permanen. Jika sudah diputus permanen, untuk menyambungkan lagi, pelanggan akan mengeluarkan biaya yang lebih besar lagi. Hal itu dikarenakan untuk membuka jaringan baru.
Ditambahkan Kurnia, pihaknya ingin berjalan beriringan dengan pelanggan. Giri Tirta memperbaiki pelayanan kemudian pelanggan juga disiplin dalam membayar tagihan. “Meteran yang sudah usang, kami juga akan ganti. Setiap tahunnya kami target 5000 ganti meteraan,” pungkas dia.
Komentar telah ditutup.