GRESIK, Berita Utama – Beberapa kejanggalan muncul dalam penyidikan kasus kekerasan yang terjadi di SDN 236 Menganti, yang menyebabkan korban SAH (8) mengalami kebutaan di bagian mata kanannya.
Informasi dihimpun, rekaman kamera CCTV di sekitar area sekolahan tersebut hilang terhapus karena kapasitas rekaman hanya berlaku selama 12 hari.
Padahal,Tim khusus (timsus) bentukan Polres Gresik sedang melakukan pemeriksaan terhadap saksi-saksi dan mengumpulkan barang bukti dari rekaman CCTV.
Kapolres Gresik AKBP Adhitya Panji Anom mengatakan, pihaknya telah melakukan koordinasi dengan Laboratorium Forensik (Labfor) Polda Jatim untuk menangani persoalan tersebut.
“Ya insyaallah bisa. Nanti dari Labfor Polda sudah memproses itu, dan hasilnya akan segera diinfokan,” ujarnya ketika memgunjungi korban bersama Bupati Fandi Akhmad Yani, Selasa (19/09/2023).
Terkait dengan Digital Video Recorder (DVR) atau semacam alat yang berfungsi untuk memonitor dan merekam objek gambar yang tampak oleh kamera CCTV, telah ditindaklanjuti oleh tim Labfor Polda Jatim.
“Untuk DVR sudah kami minta bantuan dari Labfor Polda agar bisa segera diangkat meskipun dalam beberapa titik DVR tersebut tidak ada yang mengarah langsung ke TKP kejadian. Tapi, siapa tahu nanti kalau sudah diangkat datanya itu kita bisa mengetahui melalui lorong yang dilalui oleh korban,” imbuhnya.
Pihaknya juga telah menindaklanjuti korban dengan melakukan pemeriksaan secara psikologi di RS Bhayangkara Surabaya.
“Hari ini kami melakukan pemeriksaan psikologi di Rumah Sakit Bhayangkara dan insyaallah pemeriksaan Psikologi ini untuk mengetahui bagaimana kondisi psikologi korban. Dan harapan kami, ini bisa menjadi trauma healing bagi yang bersangkutan,” papar dia.
Sementara itu, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani (Gus Yani) dalam hal ini akan memfasilitasi kepindahan sekolah korban.
“Minggu depan kami dan Disdik mencoba ajak SAH melihat lihat sekolah baru. Yang nantinya akan ditempati SAH, untuk berpindah sekolah,” ungkapnya.
Selain itu, Gus Yani juga memberikan pengobatan gratis melalui APBD Pemerintah Kabupaten Gresik, dengan menggandeng Direktur Utama RSUD Ibnu Sina Gresik.
“Untuk sementara pemeriksaan awal, akan dilakukan proses MRI terlebih dulu, di RS. PHC Surabaya. Kita lakukan MRI, mudah – mudahan ini dapat disembuhkan, sehingga mata SAH ini kembali sehat yang dicurigai ada gangguan di sebelah kanan,” pungkasnya
Komentar telah ditutup.