GRESIK, Berita Utama – Lima rumah warga di Perumahan Graha Mutiara Indah Blok A3 Desa Mojosarirejo, Kecamatan Driyorejo mengalami kerusakan parah setelah tahanya mendadak ambles sedalam 40 – 120 cm, Selasa (27/02/2024). Agar tak celaka, mereka mengungsi ke rumah tetangganya.
Mereka yang rumahnya rusak akibat tanah ambles yakni, rumah milik Laminto dimana lantai dapur dan kamar ambles sedalam 40-70 cm serta tembok dapur roboh. Kedua, rumah milik Yohanes yang lantai kamar dan dapurnya ambles sedalam 30-140 cm serta tembok dapur roboh. Ketiga, rumah milik Nanang yang mengalami kerusakan pada tembok dapur, kamar tidur dan kamar. Selain itu, lantai ruang tamu ambles, dan plafon rusak.
Sedangkan rumah milik Agus, mengalami kerusakan pada lantai dapur yang ambles sedalam 120 cm dan tembok belakang dapur roboh. Terakhir rumah milik Jaka mengalami kerusakan pada lantai dapur yang ambles 120 cm.
“Ada lima unit rumah mengalami kerusakan akibat tanah ambles. Beruntung tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini,” kata Plt Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gresik, Suyono yang mendatangi lokasi.
Ditambahkan, pihak pemerintah desa setempat telah melakukan penanganan darurat serta meminta warga yang terdampak untuk mengosongkan rumah sementara waktu.
Penyebab tanah ambles di Perumahan Graha Mutiara Indah, Desa Mojosarirejo, Kecamatan Driyorejo, sambung dia, diduga karena tanah di lokasi tersebut dulunya merupakan tanah sawah.
Sehingga, ketika curah hujan tinggi membuat tanah menjadi labil dan tidak kuat menahan beban dari sejumlah rumah yang terdampak. Hal tersebut dari analisis bersama Dinas Pekerjaaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) dan Dinas Cipta Karya, Perumahan dan Kawasan Permukiman (CKPKP) Gresik.
“Karena (perumahan –red) ini dulunya tanah sawah. Mungkin curah hujan yang tinggi, sehingga mengakibatkan adanya penurunan tanah,” jelasnya.

Menurut dia, tanah ambles sangat membahayakan jika ada warga yang masih tinggal di dalam rumah.
“Ini sangat bahaya kalau memang di dalamnya ada warganya, tidak menutup kemungkinan itu terjadi longsor atau penurunan tanah lagi,” tuturnya.
Suyono mengaku belum mengetahui apakah ada faktor lain yang mempengaruhi pergerakan tanah, seperti lempeng bumi atau aktivitas lainnya. Selain itu, dia menyebut kejadian ini baru pertama kali terjadi di wilayah tersebut.
“Masalah beberapa teman mengevaluasi karena lempeng kan kita tidak tahu, karena dari, atau belum ada penelitian yang detail masalah itu. Dan kejadian di Desa Mojosarirejo Kecamatan Driyorejo ini yang pertama. Sekitar perumahan ini memang, kanan kirinya sawah,” tegasnya.
Saat ini, pihaknya mendirikan tenda darurat untuk mengantisipasi terjadinya tanah ambles susulan. Mengingat, kondisi cuaca yang hujan terus-menerus tidak menutup kemungkinan terjadi penurunan tanah kembali. Selain itu, juga memberikan bantuan logistik kedaruratan.
Komentar telah ditutup.