GRESIK, Berita Utama– Salah satu solusi terkait berbagai permasalahan yang masih menjadi kendala pendanaan dalam dunia pendidikan di Kabupaten Gresik, Kepala Dinas Pendidikan (Dispendik) Gresik S Haryanto mendampingi Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah (Bu Min) mengajak di tiap sekolah untuk membentuk Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Badan Amal Zakat Nasional (Baznas).
Hal tersebut dikatakan di hadapan ratusan kepala sekolah dan pengawas sekolah dasar (SD) dalam kegiatan yang bertujuan untuk meningkatkan layanan pendidikan pada wilayah kerja Gresik Selatan yakni Kecamatan Menganti, Driyorejo, Kedamean, dan Wringinanom yang digelar di UPT SDN 228 Gresik, Selasa (14/03/2023).
“Disamping membentuk UPZ, beberapa yang bisa kita lakukan adalah dengan bersinergi dengan perusahaan di sekitar dalam bentuk coorporate social responbility (CSR). Selain itu, juga bisa bersinergi dengan bapak ibu anggota dewan agar pokirnya bisa digunakan untuk lembaga pendidikan negeri. Yang terakhir, tentu saja adalah dengan memanfaatkan APBD seperti yang biasa kita lakukan,” ungkap S Hariyanto.
Sementara itu, Bu Min mengatakan tenaga pengajar dituntut untuk kreatif dan inovatif.
“Saya di sini ingin menjalin komunikasi dengan teman-teman kepala SD sekalian. Mari bersama-sama kita memajukan sekolah kita dengan cara masing-masing. Sebagai kepala sekolah, panjenengan harus kreatif dan punya inovasi. Kita ketahui, pendidikan ini akan selalu disorot oleh masyarakat, karena pendidikan adalah layanan dasar yang dibutuhkan oleh semua orang,” ungkap Bu Min, begitu wabup kerap disapa.
Pemerintah Kabupaten Gresik memberikan perhatian besar kepada bidang pendidikan. Karena hampir 30% APBD Gresik dialokasikan pada bidang tersebut.
“Sebagai pengguna anggaran terbesar di Pemkab Gresik, kita semua memiliki tanggung jawab untuk memberikan layanan sebaik-baiknya kepada masyarakat Gresik,” pungkas dia.
Komentar telah ditutup.