GRESIK, Berita Utama – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik yang berinisiatif untuk membangun palang pintu perlintasan sebidang rel kereta api (KA) mendapat apresiasi dari Kapolda Jawa Timur Irjen Dr Pol Toni Harmanto. Sehingga, Gresik layak menjadi role model atau percontohan agar bisa ditiru oleh kabupaten atau kota lainnya di Jawa Timur. Sebab, sudah ada ratusan korban jiwa melayang akibat perlintasan KA tanpa palang pintu.
” Bupati Gresik telah membuktikan telah membangun tujuh perlintasan kereta api sebidang dengan palang pengaman, plus penjaganya, dan kurang dua lagi yang masih perencanaan,” ujar Kapolda Jatim Irjen Dr Pol Toni Harmanto saat meresmikan palang pintu rel kereta api di Dusun Jambu, Desa Semampir, Kecamatan Cerme, Jumat (11/08/2023).
Menurutnya, pembangunan palang pintu rel KA sebagai suatu upaya seorang pemimpin yakni kepala daerah yang peduli kepada keselamatan warga di ruang terbuka.
“Ini bukan masalah musibah saja yang ditimpakan kepada korban karena mereka dianggap lalai, tapi ada kewajiban sebaliknya yang harus dilakukan oleh para kepala daerah. Ini ada tanggung jawab hukum yang harus dipikul terhadap mereka yang masih belum peduli terhadap masalah ini,” imbuhnya.
Pihaknya berharap kedepan agar tidak lagi terjadi peristiwa kecelakaan lalu lintas di perlintasan kereta api.
Sementara itu, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani (Gus Yani) mengungkapkan bahwa, Pemkab Gresik tidak hanya sekadar memasang palang pintu, melainkan juga melibatkan warga setempat untuk dipekerjakan menjadi penjaga pos jaga.
“Kita ambilkan dari anak-anak lingkungan sini, sebagai Tenaga Harian Lepas di Dishub kami,” ucap dia.
Gus Yani menambahkan, dengan adanya palang pintu ini, diharapkan bisa memberikan rasa aman bagi warga untuk menjalankan aktivitas sehari-harinya.
“Ini jadi jalur alternatif, aktivitas warga Gresik Dusun Jambu, Desa Semampir, Cerme. Ada anak sekolah, petani, dan warga bekerja melewati perlintasan ini,” tandas dia.
Sepanjang tahun 2023, Pemkab Gresik telah membangun 7 palang pintu secara tuntas. Kedepan, direncanakan akan ditambah 2 palang pintu perlintasan kereta api pada tahun 2024.
Komentar telah ditutup.