GRESIK, Berita Utama – Banjir yang masih menggenangi Jalan Desa Sumput Kecamatan Droyorejo akibat buruknya perencanaan proyek peningkatan jalan Sumput-Driyorejo. Bahkan, video amatir yang beredar, tampak sebuah truk yang terperosok di bahu jalan, tepatnya di ruas jalan yang sebelumnya telah dilakukan peningkatan.
Kondisi tersebut membuat berang kalangan DPRD Gresik yang mengagendakan memanggil Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Gresik beserta pelaksana proyek.
“Kita akan panggil pelaksana proyek dan Dinas PUTR terkait banjir Desa Sumput tersebut,” ujar Anggota Komisi III DPRD Gresik, Abdullah Hamdi kepada beritautama.co, Jumat (02/02/2024).
Menurutnya, banjir yang terjadi disebabkan oleh kurangnya perhatian terhadap saluran air yang menghubungkan ke Sungai Avour. Selain itu, banyak crossingan yang menuju ke bidang dan pabrik tidak ditinggikan. Sehingga air meluber ke permukiman warga.
“Jenvatan yang menuju ke pabrik harusnya dibongkar dan ditinggikan. Alirannya air biar bisa lancar. Kedua begini, aliran air menuju ke sungai avour itu harus diperlebar, dikoneksikan. Artinya, yang disamping jalan harus diperbaiki juga, diperlebar, dan diperdalam, biar tidak meluber,” imbuh dia.
Hamdi menilai, kondisi tersebut menunjukkan bahwa pembangunan yang dilakukan tidak memperhitungkan kondisi lapangan serta tidak melibatkan konsultan yang ahli pada bidangnya.
“Lakukan pembangunan dengan perhitungan yang matang. Artinya, libatkan konsultan yang benar-benar paham dengan kondisi lapangan. Kadangkala ketika melakukan pembangunan tidak melibatkan tokoh di sekitar. Artinya tanpa melihat kondisi yang ada. Jadi, sepertinya itu tanpa perhitungan yang matang. Itu sejak awal sudah kita ingatkan juga,” tuturnya.
Politisi PKB tersebut menilai peninggian jalan tanpa perbaikan saluran air hanya akan menimbulkan masalah baru, yaitu genangan air di jalan dan rumah warga.
“Ketika meninggikan itu, maka yang terjadi adalah genangan air yang di jalan ya okelah. Setelah itu, air jatuhnya ke mana? Ke saluran kan? Kalau saluran air tidak dibetulkan kan ya percuma. Terus rumahnya warga ya pasti terendam. Sekarang kalau warga disuruh mengikuti tinggi jalan terus? Ya kasihan, harusnya ya gak seperti itu,” tandasnya.

Kegeraman juga disampaikan Anggota DPRD Gresik, Kamja Wiyono yang sudah sejak lama menganalisis kejadian tersebut bakal dialami warga Desa Sumput Kecamatan Driyorejo. Sebab, politisi Partai Gerindra tersebt berdomisili di Desa Sumput. Sehingga, mengetahui persis kondisi di lapangan. Namun, Pemkab Gresik justru berdalih proyek peningkatan jalan sebagai solusi permasalahan menuntaskan banjir.
“Sejak awal sudah kita ingatkan. Bahkan, saya sudah mengusulkan untuk dibuatkan sudetan ke sungai avour sebagai solusi utama. Justru yang dilakukan pemerintah dengan peningkatan jalan. Jadinya, seperti ini. Tak menyelesaikan masalah,”tegasnya dengan nada sengit.
Komentar telah ditutup.