GRESIK, Berita Utama- Program promosi komprehensif dari PT Petrokimia Gresik (PG), perusahaan Solusi Agroindustri anggota holding Pupuk Indonesia dengan Dinas Pertanian Nusa Tenggata Barat (NTB) melalui Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Inspirasi. Tujuannya, mendorong peningkatan produktivitas pertanian di sana.
Program ini ditandai dengan panen raya padi “Phonska Plus Bersama Petani” pada lahan budidaya pilot project PPL Inspirasi di Kelurahan Leneng, Kecamatan Praya, Kabapaten Lombok Tengah, NTB, baru-baru ini.
” Ini menjadi wujud komitmen perusahaan dalam mendorong kesejahteraan petani dan menjaga ketahanan pangan nasional melalui peningkatan produktivitaspertanian, sesuai dengan arahan Presiden Joko Widodo,” ujar Direktur Operasi dan Produksi (DOP) PG, Digna Jatiningsih dalam siaran persnya, Sabtu (11/02/2023)
PPL Inspirasi merupakan key farmer bagi petani di masing-masing wilayah kerjanya. Mereka bertugas memberikan sosialisasi pemupukan berimbang dan kawalan budidaya pada lahan demonstration plot (demplot). Di NTB, PPL Inspirasi menyasar sub sektor pangan dan hortikultura mulai dari tanaman padi, jagung dan semangka.
Ada sebanyak 43 PPL Inspirasi yang telah dilatih oleh PG. Mereka tersebar di empat Kabupaten yang ada di NTB, yaitu Lombok Timur, Lombok Tengah, Sumbawa dan Bima. Di lapangan, PPL Inspirasi ini juga akan berkolaborasi dengan tenaga agronomi PG melalui layanan Mobil Uji Tanah.
Dari layanan ini, petani dapat mengetahui kandungan tanah di lahannya secara langsung. Petani juga mendapatkan rekomendasi pemupukan yang tepat dan berimbang sesuai kondisi tanah dan kebutuhan tanaman.
“Ketika pemupukan presisi, maka pemupukan akan menjadi efisien dengan hasil yang optimal untukpeningkatan hasil panen. Layanan Mobil Uji Tanah ini gratis,” terangnya.
Adapun rekomendasi pemupukan pada lahan demplot di Kelurahan Leneng menggunakan pupuk nonsubsidi dengan mengaplikasikan pupuk NPK Phonska Plus dan Urea.
“Pada panen raya, dapat dilihat, produk unggulan Petrokimia Gresik mampu meningkatkan produktivitas padi sebesar 9,3 ;persen. Dimana pada panen sebelumnya menghasilkan padi sebesar 8,816 ton per hektare, sekarang meningkat menjadi 9,632 ton perhektare,” ungkap Digna.
Dari peningkatan panen tersebut, lanjut dia, petani mendapatkan tambahan pendapatan 4,2 juta/ha. Keberhasilan ini menunjukan bahwa penggunaan pupuk nonsubsidi berbanding lurus dengan hasil panen yang didapat.
“Pilot project ini memiliki andil berkontribusi perusahaan terhadap kebutuhan beras nasional. Kami berharap demplot ini dapat diduplikasi petani lain di sekitar,” ucap Digna.
Terakhir, Digna Jatiningsih menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan inisiasi dan strategi PG yang dapat dirasakan manfaatnya oleh seluruh stakeholder dan petani khususnya di NTB.
“Kami berharap program ini mampu meningkatkan produktivitas usaha tani dan meningkatkan ketertarikan konsumen terhadap produk-produk Petrokimia Gresik,”pungkas dia.
Komentar telah ditutup.