GRESIK, Berita Utama– Pembangunan tahap II gedung baru Majelis Ulama Indonesia (MUI) Gresik yang dikerjakan PT Tolping Jaya sebagai pemenang tender, secara umum dinilai cukup baik. Tetapi, rombingan Komisi III DPRD Gresik yang melakukan sidak masih menemukan beberapa hal. Yakni, pekerjaan kurang rapi serta keselamatan karyawan kurang diperhatikan.
“Pekerjaan pengecoran pilar bagian depan masih ada yang kurang rapi. Karena besi kolom masih kelihatan tak tertutup cor. Tidak dirapikan lebih dulu sebelum ditutup ACP (alumunium composit panel-red). Kita minta dirapikan dulu,”ujar Anggota Komisi III DPRD Gresik, Abdullah Hamdi mendampingi Ketua Komisi III, Sulisno Irbansyah dalam sidak, Senin (05/12/2022).
Begitu juga dalam pemasangan ACP yang menjadi ormanen dalam gedung di bagian depan. Pekerja kurang memperhatikan keselamatan kerja karyawan (K3).Padahal, pekerjaannya yang dilakukan sangat beresiko menjadi kecelakaan.
“Pemasangan ACP sangat tinggi. Meskipun sudah ada scaffolding, tetapi alat keselamatan karyawan kurang diperhatikan,”papar dia.
Sesuai kontrak tender, sambung Hamdi, maka pembangunan gedung baru MUI Gresik akan berakhir pada 23 Desember 2022 nanti. Saat ini, gedung yang sudah berdiri tiga lantai tersebut, progres pembangunannya sudah mencapai 75 persen.
“Pihak kontraktor optimis bisa selesai tepat waktu. Ada dua puluh lima pekerja yang dikerahkan untuk finishing. Dan kontraktor optimis akan tuntas sesuai batas waktu dalam kontrak tanpa minta perpanjangan waktu.”paparnya.

Pemkab Gresik mengalkasikan anggaran pembangunan tahap II gedung baru MUI Gresik senilai Rp 7 miliar dalam APBD Gresik tahun 2022. Dan PT Tolpin Jaya menjadi pemenang dengan nilai kontrak sebesar Rp. 5.612.159.112,-.
Dalam sidak tersebut, rombongan Komisi III DPRD Gresik ditemui Roni S yang mengaku penanggungjawab lapangan PT Tolpin Jaya. Ketua Komisi III Sulisno Irbansyah juga mengecek pipa besi untuk ornamen yang ditutup dengan ACP bagian depan gedung yang menghadap Masjid Agung Gresik (MAG).
“Alasnya memang besi hollow bukan besi galvalum yang untuk plafon,” jelas Sulisno.
Gedung yang sudah berdiri tiga lantai itu, pada lantai 1 rencananya digunakan untuk parkir, kemudian lantai 2 untuk kantor, serta lantai 3 untuk hall dan kamar untuk tamu. Konsepnya terbuka sehingga memiliki banyak dinding kaca.
“Pihak rekanan masih menunggu pemasangan lift yang belum datang,”imbuh dia.
Sulisno mengaku pekerjaan finisihing yang dilaksnakan pemborong cukup bagus. Termasuk, sudah sesuai dengan spek yang dibuat oleh organisasi perangkat daerah (OPD) terkait.
“Sudah bagus pekerjaannya. Baik pekerjaan lantai ataupun sekat-sekat dalam ruangan. Bahannya juga bagus sesuai spek,”tukas dia.

Sekadar diketahui, pembangunan gedung baru MUI Gresik dibagi dua tahap dengan alokasi anggaran sebesar Rp 12 miliar. Pada tahap pertama tahun 2021 dialokasikan anggaran sebesar Rp 5 miliar dalam APBD Gresik tahun 2021 untuk pembangunan gedung yang dibangun diatas lahan seluas 17.058 m2. Sedangkan tahap II untuk finishing dialokasikan sebesar Rp 7 miliar.
Komentar telah ditutup.