GRESIK, Berita Utama – Luar biasa perjuangan Timnas Voli Putri Indonesia untuk melanggeng ke final AVC Challenge Cup 2023 menghadapi Vietnam di GOR Tri Dharma Petrokimia Gresik, Minggu besok (25/06/2023).
Bahkan, Timnas Voli Putri Indonesia juga mencatat sejatrah bisa mengalahkan China Taipei 3-2 untuk memastikan tiket final. Hasil ini melebihi target awal yang hanya menargetkan masuk ke empat besar.
Pelatih Timnas Indonesia Alim Suseno mengakui pertandingan melawan China Taipei dalam semifinal GOR Tri Dharma Petrokimia Gresik, Sabtu malam (24/06/2023), berjalan dengan sengit.
“Sejak awal, anak-anak kita ingatkan pasti susah lawan China Taipei. Bukan lagi teknik, melainkan bagaimana daya juang dan mental yang utama,” jelas dia saat jumpa pers seusai pertandingan.
Ditambahkan, partai semifinal merupakan laga hidup dan mati. Sebab, tujuannya memang harus menang seperti yang diharapkan.
“Mereka (China Taipei-red) ngotot mati-matian sama kita. Kalau kita terlena sedikit saja, ya kita bisa kalah. Karena mereka bukan tim ecek-ecek. Pilihan pemainnya banyak, dan kemampuannya juga merata,” imbuh dia.
Dukungan supporter yang menjejali GOR Tri Dharma, diakui Alim Suseno juga memiliki pengaruh kuat untuk mendorong mental dan daya juang para pemain.
“Mereka bisa terbakar semangat, second energi timbul dari supporter. Kita ini bawa merah putih. Gak gampang perjuangannya,” tutur dia.
Sementara itu, pemain Timnas Voli Putri Indonesia Ratri Wulandari mengungkapkan, kemenangan yang diraih membuatnya bersyukur dan bahagia.
“Kalau menang udah tidak bisa komen, ya senang saja. Tadi lumayan bagus, mungkin kurang latihan receive. Saya bersama tim masih semangat untuk menghadapi partai final besok,” tandas dia.

JALANNYA PERTANDINGAN
Pada set kesatu, Mediol harus mengakui keunggulan dari Timnas China Taipei. Kedua tim sempat saling kejar mengejar dari 20-23, 21-23, dan 21-24. Namun, kekalahan yang ditelan tidak terlampau jauh hanya tertinggal tiga angka, yakni 22-25.
Memasuki set kedua, Megawati dan kawan-kawan mulai menguasai jalannya pertandingan. Beberapa kali Smash keras dari Mediol berhasil menambah poin, tidak jarang para pemain Indonesia juga jatuh bangun mengembalikan smash keras dari lawan. Perjuangannya membuahkan hasil, Timnas menang 26-24.
Pada set ketiga, Timnas China Taipei mencoba mencari celah. Beberapa kali smash keras dari mereka gagal diblok oleh pemain Indonesia. Sehingga berhasil menambah poin. Ratri tampak kewalahan mencoba menerima smash keras yang diberikan. Hasilnya, Indonesia kalah 22-25.
Memasuki set keempat, pertandingan yang berlangsung berjalan tambah dramatis. Kedua tim saling jual dan membeli serangan dengan smash keras. Akhirnya, perjuangan dimenangkan oleh Wilda Nurfadila dan kawan-kawan 25-20.
Pada set kelima, Hany membuka kemenangan dengan smash keras yang tidak mampu dikembalikan. Dalam set penentuan ini, Ratri terlihat jatuh bangun mengembalikan smash keras yang diberikan China Taipei.
Termasuk, beberapa kali pukulan keras diberikan Mediol dan menambah keunggulan 7-3. Namun, China tidak menyerah begitu saja. Mereka mampu memanfaatkan beberapa kesalahan, mengurangi ketertinggalan 14-12.
Hingga kemenangan Indonesia 15-12 dipastikan setelah servis yang dilakukan oleh China membentur net dan jatuh ke area permainannya sendiri.
Komentar telah ditutup.