GRESIK, Berita Utama – Kendati suasananya sangat asri, tetapi rombongan Komisi IV DPRD Gresik mengaku prihatin dengan kondisi ruang kelas UPT SMPN 17 Gresik. Sebab, ada tiga kelas yang rusak berat dan tak bisa digunakan untuk kegiatan belajar mengajar (KBM) selama beberapa tahun. Ironisnya belum juga ada perbaikan.
“Bukan itu saja, lispang di lantai II ruang kelas yang lainnya juga sudah melengkung. Kondisinya dikhawatirkan jebol,”ungkap Anggota Komisi IV DPRD Gresik, Jam’iyyatul Mukharomah seusai sidak, Senin (19/05/2025)
Diakuinya, ada beberapa bangunan yang masih bagus. Bahkan, kondisi sekolah cukup asri dan nyaman. Hanya saja, kurang adanya perawatan yang memadai. Sehingga, banyak daun kering yang berserakan tanpa dibersihkan atau dikumpulkan.
“Jadinya, terlihat kotor karena tidak disapu. Termasuk, pohon-pohon tidak dirapikan dengan memangkas dahannya,”papar dia.
Di musim penghujan, sambung Mukharomah, kondisi sekolah menjadi becek. Sebab, sekolah yang terletak di Kecamatan Manyar tersebut menjadi genangan air. Alhasil, sekolah membuat kubangan untuk menampung air.
“Kalau hujan, kondisi di lingkungan sekitar banjir. Warga disekitar, tak memperbolehkan sekolah membuat selokan untuk pembuangan air yang dikhawatirkan semakin membuat banjir. Akhirnya sekolah membuat kubangan untuk menampung air. Karena sering over isinya, maka sekolah jadi becek,”imbuh dia.
Untuk itu, Komisi IV DPRD Gresik merekomendasikan agar Dinas Pendidikan (Dispendik) Gresik mengusulkan untuk perbaikan di tahun mendatang.
Terpisah, Ketua Komisi IV DPRD Gresik Mucahmmad Zaifuddin mengaku pihaknya meminta masyarakat untuk melaporkan sekolah yang kondisinya rusak. Sebab, data yang diberikan oleh Dispendik Gresik dianggap tidak sama dengan realitas di lapangan. “Karena semua masuk dalam Dapodik (data pokok pendidikan-red), maka data yang disajikan Dispendik Gresik, sekolah layak semua. Makanya, kami minta masyarakat untuk melapor agar permasalahan di bidang pendidikan bisa tuntas,”pungkas dia.
Komentar telah ditutup.