GRESIK, Berita Utama – Kekhawatiran kalangan DPRD Gresik kalau proyek peningkatan jalan Sumput – Driyorejo dalam APBD Gresik tahun 2023 sebesar Rp 5,4 miliar yang dikerjakan CV Citra Mandiri dengan alamat Desa Gredeg RT 06 RW 02 Kecamatan Duduksampeyan, Gresik tidak menyelesaikan permasalahan banjir, menjadi kenyataan.
Lingkungan pemukiman warga Desa Sumput dan Perumahan Sumput Asri Kecamatan Driyorejo terendam banjir akibat hujan deras disertai puting beliung pada Selasa kemarin (30/01/2024),sehingga menyebabkan jebolnya tanggul sungai kecil.
“Kami sudah menginggatkan berulangkali, kalau hanya peningkatan jalan tanpa ada solusi pembuangan air, tidak menyelesaikan masalah,”ungkap Anggota Komisi III DPRD Gresik, Abdullah Hamdi dengan nada serius, Rabu (31/01/2024).
Menurutnya, berdasarkan hasil sidak yang dilakukan Komisi III ketika pekerjaan proyek peningkatan jalan Sumput – Driyorejo dalam APBD Gresik tahun 2023, ada salah perencanaan. Sebab, kondisi jalan ditinggikan tetapi saluran pembuangan air tidak dipikirkan.
“Termasuk, proyek pembangunan jembatan yang ketinggiannya sama dengan jalan. Harusnya, jembatan lebih tinggi agar air bisa mengalir lancar,”papar dia.
Yang lebih krusial yakni saluran pembuangan air yang mengarah ke kali avour. Sehingga, air tidak menggenang di Desa Sumput dan Perumahan Sumput Asri.
“Meskipun crossing jalan untuk membuat sudetan pembuangan ke kali avour, tetap harus dilakukan. Karena itu yang menjadi solusi utama untuk menuntaskan permasalahan banjir disitu,”tandas dia.
Jauh hari sebelumnya, Kamja Wiyono yang juga Anggota DPRD Gresik dan berdomisili di Desa Sumput Kecamatan Driyorejo sudah menginggatkan akan terjadi banjir ketika pekerjaan proyek tersebut masih tahap pembangunan tembok penahan tahan (TPT) sebelum jalan diuruk untuk ditinggikan. Bahkan, politisi Partai Gerindra tersebut sudah mengusulkan agar ada sudetan ke arah Kali Surabaya untuk mengatasi banjir.
Komentar telah ditutup.