GRESIK, Berita Utama– Bumbu terasi yang dihasilkan Kabupaten Gresik,tidak hanya digemari warga Jatim atau Tanah Air saja. Bahkan, terasi olahan udang rebon dari Gresik tersebut, disukai masyarakat Jepang.
Terbukti, perhatian tertuju pada terasi bubuk olahan produksi UD Trisa Food Gresik, salah satu UMKM dari 32 binaan PT Smelting yang menjadi peserta pameran Foodex Japan 2023 di Tokyo, Jepang.
Ada tiga varian terasi bubuk yang diminati. Masing-masing terasi bubuk, terasi sangrai dan terasi tumis. Namun terasi bubuk dengan bahan udang rebon yang paling menarik perhatian pengunjung.
Direktur Komersil dan Pengembangan Bisnis PT Smelting Irjuniawan P Radjamin mengaku ikut senang dengan respon pengunjung Foodex Japan 2023 yang cukup positif terhadap produk UMKM binaannya. Harapan dia produk UMKM Gresik mendunia bisa terwujud dengan keikutsertaan mereka di ajang pameran produk makanan paling bergengsi di Jepang.
“Ini sesuai harapan kami, jika produk binaan kami ikut pameran nanti akan terjadi pertemuan atau kontak bisnis dengan buyer di luar negeri. Sehingga produk produk UMKM binaan Smelting bisa menjual produknya di luar negeri dan berkesempatan menjadi produsen makanan yang tidak kalah dengan industri berskala internasional lainnya,”kata Irjunawan P Radjamin dalam siaran persnya, Selasa (07/03/2023).
Dikatakan, dalam pameran itu, pihaknya mengirimkan 32 produk UMKM binaan ke Jepang untuk ikut pameran. Pelepasan 32 produk UMKM binaan dilakukan Wakil Bupati Gresik di halaman PT Smelting pada akhir Februari lalu. Seluruh biaya pengiriman, pemenuhan dokumen dibantu PT Smelting. Termasuk produk UMKM yang menarik perhatian pengunjung Foodex Japan 2023 seperti terasi bubuk dan keripik pisang.
“Ternyata terasi bubuk dan keripik pisang sudah ada penjajakan dengan buyer tentunya ini kabar menggembiraakan dan akan suport sampai terjadi transaksi bisnis,”tandas dia.
Sementara itu, Ristiana Malik dari Indonesia Trade Promotion Center (ITPC) Kementerian Perdagangan di Osaka Jepang mengatakan, anjungan pameran Indonesia mendapat perhatian dari pengunjung pameran. Pengunjung ini berasal dari buyer dan importir produk makanan serta masyarakat umum.
“Baru dua jam dibuka, ternyata ada buyer yang berminat membeli terasi bubuk asal Gresik. Mereka tertarik karena buyer ini memiliki 900 jaringan ritel di Jepang dan menawarkan aneka produk makanan maupun bumbu. Nah mereka juga tertarik karena terasi bubuk ini rasanya menyerupai bumbu dashi, sejenis bumbu khas Jepang untuk aneka masakan,” kata Ristiana Malik.
Ketertarikan itu, kata dia, tidak sekedar mencari informasi produk, namun juga minta kontak produsennya. Untuk itu pihaknya memberikan informasi detail tentang produk dan produsennya. Sehingga nantinya akan terjadi kontak bisnis antara buyer dengan seller.
“Hanya saja, kami informasikan juga produk terasi bubuk ini perlu diubah kemasannya dari bahasa Indonesia menjadi bahasa Inggis atau Bahasa Jepang. Kemudian komposisi bahan-bahannya juga harus dicantumkan jelas. Kami sudah laporkan ke Atase Perdagangan Tokyo untuk dikomunikasikan dengan pihak Smelting dan Pemerintah Kabupaten Gresik,” pungkas dia.
Komentar telah ditutup.