GRESIK, Berita Utama- Realisasi pendapatan daerah, khususnya dari retribusi daerah dalam APBD Gresik 2026 hingga semester III, masih jauh dari target yang dipatok. Hal tersebut berdasarkan laporan dari Tim Anggaran (Timang) Pemkab Gresik dalam rapat kerja dengan Badan Anggaran (Banggar) DPRD Gresik dengan agenda evaluasi triwulan III Pelaksanaan APBD Gresik tahun 2026, Kamis (08/10/2026)
Dari target sebesar Rp 408 miliar, baru terealisasi sebesar Rp 231 miliar atau masih kurang sebesar Rp 177 miliar yang harus direalisasikan dalam 3 bulan terakhir sebelum tutup tahun.
Pendapatan retribusi dari Dinas Penanaman Modal Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPM PTSP) yang masih jeblok. Dari target sebesar Rp 75 miliar, masih teralisasi sebesar Rp 25 miliar atau prosentasenya 33,8 %.
Kemudian, Dinas Koperasi dan Perdagangan dengan target sebesar Rp 2,9 miliar masih terealisasi sebesar Rp 1,5 miliar atau prosentasenya 51%. Juga
Dinas Pertanian yang ditarget sebesar Rp 183 juta masih teralisasi sebesar Rp 118 juta atau prosentasenya 64 %. Lalu, Perhubungan (Dishub) yang ditarget sebesar Rp 5,4 miliar masih teralisasi sebesar Rp 3,7 miliar atau prosentasenya 67,86%.
“Sebenarnya, kalau berdasarkan kajian akademisi, potensi parkir di Dishub mencapai Rp 18 miliar,”ujar Anggota Badan Anggaran (Banggar) DPRD Gresik, Abdullah Hamdi dengan nada serius.
Dari sisi belanja daerah. Dalam APBD Gresik tahun 2026 ditetapkan sebesar Rp 3,33 triliun. Realisasinya hingga semester III sebesar Rp 2,05 triliun. Rinciannya, belanja pegawai teralisasi dengan prosentase 71%, belanja barang dan jasa dengan prosentase 58%, belanja modal dengan prosentase 40%, belanja transfer 73% dan belanja tak terduga dengan prosentase 4%.
Untuk realisasi belanja di Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPU TR) dari pagu anggaran sebesar Rp 281, 5 miliar baru terserap sebesar Rp 109 miliar dengan bentuk fisik prosentasenya 60 % dan serapan keuangan masih 49%.
Begitu juga di Dinas Cipta Karya dan Kawasan Pemukiman (CKKP) masih terserap Rp 19 miliar dari pagu sebesar Rp 42 miliar.
“Kami khawatir belanja modal tidak bisa terserap maksimal. Karena waktu yang mepet,”imbuh dia.
Begitu juga realisasi belnaja hibah masih belum maksimal serapannya. Dari pagu sebesar Rp 253 miliar baru terserap Rp 88 miliar.
Termasuk anggaran bantuan sosial (bansos) yang dialokasikan sebesar Rp 9 miliar baru terseeap sebesar Rp 2,1 miliar.
Komentar telah ditutup.