GRESIK, Berita Utama – Kalngan dewan meminta Dinas Perhubungan (Dishub) Gresik tidak berpangku tangan dengan lumpuhnya penyeberangan kapal penumpang Gresik-Bawean akibat cuaca buruk dan gelombang tinggi.
“Harus ada solusi. Misalnya, menyediakan kapal dengan meminta bantuan ke pihak lain. Dishub Gresik jangan hanya berpangku tangan saja,”cetus Anggota DPRD Gresik asal Pulau Bawean, Bustami Hazim dengan nada sengit, Senin (26/12/2022)
Sebab, persediaan sembako warga di Pulau Bawean sudah menipis. Imbasnya, harga kebuthan bahan pokok (bapok) melonjak. Ditambah lagi, warga Pulau Bawean yang tertahan di Gresik maupun di Pulau Bawean, uang persediaannya sudah semakin menipis.
“Bahkan ada rombongan warga asal Pulau Bawean yang hendak kembali ke Malaysia, tiket pesawatnya berpotensi hangus karena tidak ada penyeberangan,”papar dia.
Tanpa bermaksud membandingkan, sambung Bustami Hazim menceritakan, bahwa, pada era pemerintahan sebelumnya, ketika cuaca buruk dan gelombang tinggi, Pemkab Gresik mencarikan solusi dengan meminta bantuan TNI AL untuk menyediakan kapal yang mampu melewati ombak besar.
“Makanya, Dishub jangan berpangku tangan menunggu cuaca membaik. Tapi ada upaya untuk antisipasi kala memang rilis BMKG sampai tanggal 30 Desember 2022, cuaca masih buruk. Kalau Pemkab Gresik masih berpangku tangan nunggu cuaca kondusif, bisa ambyar,”tegas dia.
Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Tanjung Perak Surabaya juga merilis data prakiraan kondisi cuaca yang mempengaruhi ketinggian air mencapai 2- 4 meter di pesisir Jawa Timur, termasuk perairan Gresik. Sehingga, penyeberangan Gresik- Bawean PP sudah dihentikan selama 4 hari.
“Ini berdasarkan dari surat yang diterbitkan oleh Kementerian Perhubungan, Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Wilayah XI Provinsi Jawa Timur,” ujar Kasi Angkutan Lainnya Dinas Perhubungan (Dishub) Gresik Muhammad Arifin. Dalam rilis BMKG disebutkan, gelombang tinggi yang terjadi di wilayah perairan Kabupaten Gresik bakal berlangsung selama 2 hari ke depan sejak 26 – 28 Desember 2022. Sementara itu, Kepala Dishub Gresik Tarso Sugito mengatakan akan terus memantau perkembangan cuaca melalui otoritas yang berwenang yakni BMKG. “Kita terus memperhatikan hasil laporan dari BMKG. Untuk saat ini, dikarenakan cuaca buruk dan gelombang tinggi, maka pelayaran kapal sementara ditunda,” tutupnya.Komentar telah ditutup.