GRESIK, Berita Utama – Sejumlah partai politik (Parpol) di Kabupaten Gresik yang sejak awal ngotot menolak penataan daerah pemilihan (dapil) yang dipecah menjadi 9 dapil, terpaksa harus fight dan segera mengubah strategi untuk mengoptimalkan raihan suara untuk mendongkrak perolehan kursi pada kontestasi pemilihan legislatif (Pileg) 2024 mendatang.
Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) Gresik Mujib Riduan menyatakan pihaknya menerima penambahan dapil dari 8 menjadi 9 tersebut. Sebab keputusan itu sudah menjadi kewenangan sepenuhnya KPU sebagai penyelenggara pemilu.
“Ya harus kita terima karena sudah menjadi keputusan KPU, dan segera KPU Gresik mengundang partai politik yang ikut pemilu 2024,” ujarnya.
Penambahan dapil ini, kata Mujib, membuat pihaknya harus melakukan konsolidasi ulang karena secara otomatis ada penambahan maupun perombakan daftar bakal calon legislatif (bacaleg) yang akan bertarung dalam pemilu 2024.
“Kami selaku ketua DPC PDI-P Gresik melakukan konsolidasi dalam rangka menyikapi penataan dapil dari delapan menjadi sembilan,” tandas dia.
Hal senada disampaikan Ketua DPC PPP Gresik Khoirul Huda. Menurutnya, penambahan dapil dari 8 menjadi 9 yang telah diputuskan oleh KPU tidak terlalu membuat partai berlambang Ka’bah itu pantang semangat meraih perolehan kursi yang sebelumnya telah ditargetkan.
“PPP siap berebut kursi, karena sudah keputusan kita harus siap,” tegasnya.
Sementara itu, Sekretaris Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Nasdem Ainul Fuad sebenarnya menginginkan jumlah dapil tetap sebanyak 8. Namun, jika sudah menjadi keputusan KPU, maka pihaknya juga akan melakukan kajian lebih mendalam terkait pemetaan bacaleg potensial di masing-masing dapil, terutama di dapil 8 dan 9.
“Sebenarnya kita inginnya ya tetap dapilnya 8, tapi karena sudah ditetapkan sama KPU ya kita bisa terima. Jadi kita tinggal memetakan dan mendiskusikan saja dengan calon yang sudah ada, dan dilakukan kajian kembali terhadap calon-calon potensial di 2 dapil yang dimekarkan menjadi 3 itu saja,” bebernya.
Politisi asal Gresik Selatan itu memprediksi penambahan dapil dari 8 menjadi 9 juga akan berpengaruh terhadap membengkaknya biaya kampanye bagi masing-masing caleg di tiap dapil pada pemilu 2024.
“Ya pasti (bertambah biaya, red) lah,” pungkasnya.
Sebagaimana diberitakan berdasarkan Peraturan KPU RI Nomor 6 Tahun 2023., Kabupaten Gresik kini menjadi 9 daerah pemilihan (Dapil), dari sebelumnya sebanyak 8 Dapil.
Sejalan dengan bertambahnya dapil tersebut, formasi kecamatan di sejumlah dapil juga mengalami mengalami perubahan. Di sisi lain, jumlah alokasi kursi anggota DPRD Gresik tidak bertambah atau tetap berjumlah 50 kursi.
Komentar telah ditutup.