GRESIK – Beritautama.co – Dewan Perwakilan Daerah Kabupaten Gresik (DPRD). Komisi IV yang diwakili oleh H. Juwanto bersama jajaranya menggelar Forum Grup Diskusi Bersama Dinas Kesehatan Kabupaten Gresik pada Kamis 27 Januari 2021.
Dengan Fokus pembahasan Inovasi Pelayanan Kesehatan Di Kabupaten Gresik dalam menurunkan angka kematian ibu akibat pendarahan pasca persalinan”
kepala dinas kesehatan kabupaten gresik mengungkapkan tingginya angka kematian ibu hamil pasca persalinan. Hal itu diungkapkan oleh sri utami berdasarkan data dinkes di 2021.
“Di tahun 2021 kasus kematian ibu hamil melonjak tajam yaitu 42 kasus kematian,dan ini sangat luar biasa” jelas Sri Utami.
dalam forum group diskusi (FGD) ini dinas kesehatan memohon sinergitas dari seluruh elemen pemerintahan di kabupaten Gresik untuk menekan kasus angka kematian ibu hamil tersebut.
“Jadi harapan kami bapak-bapak yang ada di DPR ini bisa membantu kami Dinas Kesehatan untuk bisa memberikan inovasi yang kami harapkan untuk menekan angka kematian ibu hamil ini, hingga bukan hanya dinas kesehatan saja yang bekerja tapi semua OPD saling bersinergi dalam permasalahan tersebut” imbuhnya.
Menanggapi Hal tersebut DPRD Komisi IV H. Sujono S.H menjelaskan bahwa ada beberapa faktor yang menyebabkan kasus kematian ibu hamil tersebut “Baik di persoalan penanganan, kesehatan ibunya, serta faktor usia”
“Implementasi sistem peringatan dini obstetri (Early Obstetric Earning System), upaya manajemen PPP yang efektif dan terkini berbasis regional, serta Optimalisasi sistem rujukan di kabupaten Gresik” ujar Sri Utami dalam kesimpulanya sebelum ditutupnya FGD tersebut. (mus/red)