GRESIK, Berita Utama– Kabar gembira bagi lembaga pendidikan swasta karena dana hibah yang telah dianggarkan dalam APBD Gresik tahun 2023, akhirnya cair jelang tutup tahun. Kepastian tersebut diungkapkan Ketua Komisi IV DPRD Gresik, Muhammad setelah mendapat data dari Dinas Pendidikan (Dispendik) Gresik, Kamis (28/12/2023)
“Sudah cair. Total ada sekitar 500 lembaga dengan anggaran Rp 40 miliar,” ujarnya dengan nada serius.
Dikatakan, mekanisme pencairannya yakni surat perintah pencairan dana (SP2D) dikeluarkan oleh Badan Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPPKAD) Gresik yang masuk ke rekening Dispendik. Selanjutnya ditransfer ke penerima hibah.
“Karena swakelola, maka penanggungjawabnya di dinas,”jelas dia.
Hibah tersebut dari nilainya masing-masing lembaga pendidikan tidak sama. Maksimal Rp 180 juta. Ada sekitar 10 lembaga. Tapi mayoritas di bawah Rp 180 juta.
Muhammad juga meminta Dispendik Gresik proaktif turun kebawah memberikan pendampingan kepada penerima hibah agar segera menyelesaikan pekerjaannya dan membuat laporan pelaksanaannya.
“Karena lembaga penerima hibah baru melaksanakan pekerjaan swakelola setelah hibah cair. Makanya, dinas harus proaktif memberikan pendampingan ke bawah agar cepat membuat laporan penggunaan dana hibah itu,”tukas dia.
Hibah untuk lembaga pendidikan proses pelaksanaan ada tiga tahap. Tahap pertama total ada 79 lembaga sudah cair. Nilainya Rp 8,9 miliar. Selanjutnya, sebanyak 421 lembaga pendidikan untuk pencairan hibahnya ikut di tahap II, dan III.
Untuk tahap II lembaga pendidikan yang tersebar di Kecamatan Menganti, Driyorejo, Wringinanom, Balongpanggang, dan Duduksampeyan.
Sedangkan tahap III tersebar di Kecamatan Benjeng, Bungah, Ujungpangkah, Sangkapura, dan Tambak. Awalnya, total anggaran yang belum cair dari 421 lembaga mencapai sekitar 31 miliar.pii
Komentar telah ditutup.