GRESIK, Berita Utama – Pengembangan talenta pertanian menjadi langkah strategis untuk menjaga keberlanjutan ketahanan pangan nasional, terutama di Jawa Timur yang memiliki peran penting sebagai salah satu lumbung pangan Indonesia.
Untuk itu,PT Petrokimia Gresik (Persero), kembali membuka pendaftaran HARVESTION (Harvest and Innovation) 2026. Melalui ajang ini, perusahaan memperluas pengembangan kompetensi dan inovasi siswa serta guru SMK Pertanian se-Jawa Timur sebagai upaya mempersiapkan generasi penerus sektor pertanian nasional.
Penerapan pertanian presisi di lahan sekolah terbukti membuahkan hasil nyata. SMKN 1 Kademangan, Blitar, Jawa Timur, berhasil meningkatkan panen bawang merah lebih dari lima kali lipat, dari 150 kilogram menjadi 800 kilogram, pada musim panen pertama bulan Juli lalu.
Direktur Utama Petrokimia Gresik, Daconi Khotob, menyampaikan bahwa Menurutnya, peningkatan produktivitas pertanian harus diimbangi dengan penguatan kompetensi generasi muda agar sektor pertanian mampu terus berkembang dan menjawab tantangan masa depan.
“Jawa Timur merupakan produsen bawang merah terbesar kedua di Indonesia. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), produksi bawang merah Jawa Timur pada 2025 mencapai 499,46 ribu ton, hampir seperempat dari produksi nasional. Capaian SMKN 1 Kademangan membuktikan bahwa pertanian presisi yang diterapkan dengan tepat mampu melipatgandakan hasil panen, bahkan di lahan sekolah. Potensi ini perlu dijaga dengan menyiapkan generasi muda yang kompeten dan inovatif,” ujar Daconi dalam siaran persnya, Rabu (21/10/2026)
Ia menjelaskan, melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) dengan pendekatan Creating Shared Value (CSV), Petrokimia Gresik terus memperkuat kolaborasi dengan dunia pendidikan untuk menghadirkan pembelajaran pertanian yang aplikatif dan berkelanjutan.
Pendekatan ini menempatkan sekolah sebagai pusat pengembangan kompetensi dan inovasi yang manfaatnya tidak hanya dirasakan peserta didik, tetapi juga dapat menjangkau masyarakat sekitar. Keberhasilan School Lab Farming menjadi salah satu contoh bagaimana pemanfaatan lahan sekolah mampu meningkatkan produktivitas sekaligus memberikan pengalaman nyata bagi siswa dalam menerapkan ilmu dan teknologi pertanian.
“Sekolah harus menjadi ruang bagi siswa untuk menguji pengetahuan, mengembangkan inovasi, dan menghasilkan solusi yang dapat diterapkan. Melalui HARVESTION, kami ingin mendorong lahan dan unit produksi sekolah berkembang menjadi laboratorium pembelajaran nyata yang menghubungkan ilmu pengetahuan dengan kebutuhan pertanian di lapangan,” tambah Daconi.
HARVESTION 2026 menghadirkan tiga kategori kompetisi, yaitu Olimpiade Pertanian, Inovasi dan Teknologi Pertanian, serta School Lab Farming. Ketiganya dirancang untuk memperkuat kompetensi akademik dan keterampilan praktik, mendorong lahirnya inovasi teknologi tepat guna, sekaligus mengembangkan potensi sekolah sebagai pusat pembelajaran pertanian yang produktif dan berkelanjutan.
Kategori Olimpiade Pertanian diperuntukkan bagi siswa SMK bidang Agribisnis dan Agroteknologi se-Jawa Timur untuk menguji penguasaan ilmu pertanian, kemampuan analisis, serta ketepatan dalam menyelesaikan persoalan pertanian dari hulu hingga hilir.
Sementara itu, kategori Inovasi dan Teknologi Pertanian mendorong siswa menciptakan solusi aplikatif berdasarkan persoalan nyata di lingkungan sekolah maupun masyarakat sekitar. Kompetisi ini mencakup bidang agronomi dan pengolahan hasil pertanian, dengan penekanan pada efisiensi budidaya, peningkatan produktivitas, penjagaan mutu hasil panen, serta penciptaan nilai tambah melalui teknologi tepat guna.
Adapun kategori School Lab Farming diarahkan untuk mendorong guru SMK Pertanian mengembangkan rancangan program berbasis CSV yang mengoptimalkan lahan dan unit produksi sekolah sebagai living lab pertanian presisi. Melalui pendekatan tersebut, sekolah diharapkan tidak hanya menjadi tempat pembelajaran, tetapi juga mampu mengembangkan praktik pertanian produktif yang berorientasi pasar dan memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar.
Komentar telah ditutup.