GRESIK, Berita Utama- – Tingginya angka HIV/ AIDS di kabupaten tetangga, membuat Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik melalui Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) bersama tim gabungan melakukan tindakan preventif untuk menjaga ketenteraman dan ketertiban umum.
Sekitar 100 personel yang terdiri dari Satpol PP, Polres Gresik, Kodim 0817 Gresik, Garnisun, Subdenpom/CPM, Badan Narkotika Nasional (BNN), serta Dinas Kesehatan (Dinkes) Gresik terjun melakukan razia yang menyasar sejumlah kafe.
Kepala Satpol PP Gresik, Agustin Halomoan Sinaga, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari langkah preventif pemerintah daerah untuk menciptakan situasi yang aman, tertib, dan kondusif sekaligus meningkatkan kepatuhan terhadap peraturan daerah (Perda).
Operasi menyasar lima titik yang menjadi lokasi aktivitas kafe, yakni Jalan Noto Prayitno, Jalan Siti Fatimah Binti Maimun, Jalan Karangkiring, kawasan Betiring, dan Jalan Raya Duduksampeyan.
“Dalam kegiatan ini, petugas melakukan pemeriksaan sekaligus pembinaan kepada para pengelola dan penjaga kafe agar senantiasa mematuhi ketentuan yang berlaku, termasuk jam operasional serta menjaga ketenteraman lingkungan sekitar,” ujar Sinaga dengan nada serius, Minggu (26/07/2026)
Dalam razia melakukan tes narkoba dan tes HIV/AIDS pada 10 pemilik warung serta 40 penjaga warung atau kafe. Pemeriksaan kesehatan tersebut merupakan bagian dari upaya deteksi dini sekaligus mendukung terciptanya lingkungan usaha yang sehat, aman, dan bebas dari penyalahgunaan narkotika.
Para pengelola maupun penjaga kafe diberikan edukasi mengenai pentingnya menaati peraturan daerah, menjaga ketertiban umum, serta menghindari aktivitas yang berpotensi mengganggu keamanan dan kenyamanan masyarakat.
Apabila ditemukan adanya pelanggaran, petugas memberikan teguran sesuai prosedur dan melakukan tindakan penertiban berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Menurut Sinaga operasi cipta kondisi menjadi salah satu instrumen penting dalam menjaga stabilitas keamanan wilayah, terutama pada malam hari. Sinergi antara pemerintah daerah, aparat keamanan, dan instansi terkait diharapkan mampu meningkatkan kepatuhan masyarakat terhadap aturan sekaligus menciptakan iklim usaha yang tertib dan bertanggung jawab.
“Melalui kegiatan ini, kami berharap terwujud lingkungan yang semakin aman, tertib, dan nyaman bagi masyarakat Kabupaten Gresik. Kami juga mengajak seluruh pelaku usaha untuk bersama-sama menjaga ketenteraman umum dengan mematuhi seluruh ketentuan yang berlaku,” tegasnya.
Hasil pemeriksaan dari Tim BNN dan Dinkes Gresik , sambung Sinaga, ternyata ada yang positif HiV/AIDS. Selain itu, ada yang positif mengkonsumsi narkoba.
‘ Ada pramusaji yang positif HIV/ AIDS dan sipilis dari tim penyisiran di cafe yang berada di Duduksampeyan. Dan ada pramusaji positif pemakai narkoba jenis sabu dari tim penyisiran di Jalan Noto Prayitno,”pungkas dia.
Komentar telah ditutup.