GRESIK, Berita Utama – Perkembangan teknologi digital yang mencakup berbagai bidang melaju cukup pesat. Beragam inovasi mulai gencar disosialisasikan hingga menyentuh hal-hal yang mendasar pada masyarakat. Dengan tujuan agar efektif dan efisien dalam memudahkan urusan.
Setelah dropbox sampah anorganik diterapkan bagi karyawan di lingkungan perumahan PT Petrokimia Gresik (PG), kini pola pengelolaan sampah seperti di negara maju tersebut diperluas melalui berkolaborasi dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Gresik dengan dilaunching aplikasi rekosistem waste dan bantuan dropbox sampah anorganik.
Tujuannya, mengajak masyarakat untuk membuang sampah pada tempatnya yang bisa menghasilkan uang elektronik.
“Nantinya menggunakan aplikasi namanya Rekosistem. Di mana sampah yang biasanya kita buang, misalnya botol bisa dimasukkan ke dropbox, dan kita dapat e-money,” kata Kepala DLH Gresik, Sri Subaidah saat ditemui beritautama.co seusai kegiatan puncak peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia tahun 2023 dengan tema “Kendalikan Polusi Plastik” atau Beat Plastic Pollution di Alun-alun Gresik, Rabu (07/06/2023).
Pihaknya mengawali inovasi yang telah diterapkan PG ini, sebagai upaya untuk mengintegrasikan penanganan sampah di Gresik. Selain menekan pembuangan sampah sembarangan, juga memudahkan petugas untuk mengumpulkan sampah.
“Ada dua titik penempatan dropbox, yakni di Alun-Alun Gresik dan di Bandar Grisse. Kita juga telah menyiapkan petugas yang memonitoring di situ untuk memudahkan masyarakat jika bingung cara penggunaannya,” imbuh dia.
Aplikasi Rekosistem, sambung dia, merupakan milik swasta yang hadir sebagai perusahaan Startup teknologi pengelolaan sampah yang inovatif.
“Dropbox itu menerima sampah anorganik berupa plastik, kertas, kaca, e-waste, metal, dan minyak jelantah,” tutur dia.
Selain itu, DLH Gresik juga membuka pelayanan uji emisi gratis terhadap 200 kendaraan roda empat secara gratis dalam r peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2023 ini.
“Uji Emisi kan ada dua macam, bergerak untuk kendaraan dan tidak bergerak untuk pabrik. Uji Emisi memang sudah ada di KIR Dishub, biasanya truk dan angkutan barang saja. Tapi kita untuk kendaraan kecil,” beber dia.
Penerapan uji emisi tersebut, sambung dia, sebelumnya akan diberlakukan di Jakarta. Di mana, ditujukan sebagai persyaratan perpanjangan STNK.
“Itu juga menunggu peraturan lebih lanjut dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK). Menunggu turunan dari PP 22 Tahun 2021. Dinas LH Gresik sudah punya satu alatnya, dan kita juga kerjasama dengan Envilab yang sudah terakreditasi nasional dan hasil ujinya bisa dipertanggungjawabkan,” jlentreh dia.
Hal ini sesuai dengan program Nawakarsa Gresik yang mengarahkan agar seluruh pihak untuk melakukan koordinasi dengan harapan semua program baik bisa berkembang lagi di masa mendatang.
Juga dicanangkan gerakan 1 juta lubang resapan biopori (LRB) oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Achmad Washil Miftahul Rachman mewakili Bupati Gresik. LBR akan memberikan banyak keuntungan bagi lingkungan, bagaimana air yang tadinya hanya lewat itu tidak akan terjadi. Karena air akan tertangkap dan terjebak dalam lingkungan kita, sehingga akan mengurangi banjir saat musim hujan sekaligus tabungan pada musim kemarau.
“LRB merupakan jawaban untuk menggerakkan masyarakat agar mau dan mampu mengelola air agar dapat tertabung dalam tanah sekaligus mengatasi genangan air dan banjir, “pungkas dia.
Komentar telah ditutup.