GRESIK- beritautama.co– Permasalahan kemacetan yang setiap hari terjadi di seputaran exit tol Manyar menuju ke arah utara hingga di perempatan tugu Manyar, dikeluhkan warga secara langsung ke Bupati Fandi Akhmad Yani (Gus Yani) dalam safari Ramadan perdana di Masjid Baitus Salam, Kecamatan Kebomas, Rabu (06/04/2022)
“Tolong keluhan warga ini bisa dicarikan solusi yang terbaik pak Bupati,” kata Miftahul, salah seorang warga Kecamatan Manyar.
Kritikan kepada Pemkab Gresik dilontarkan Sujatmiko, warga Kecamatan Kebomas. Menurutnya, meskipun desa siaga sudah diproklamirkan sejak lama, namun belum berjalan efektif. Namun, dia mengusulkan kepada Gus Yani terkait keterlibatan masyarakat didalam desa siaga. “Kami mohon Gus Yani mendukung program desa siaga,” pintanya.
Menanggapi keluhan kritik dan saran tersebut, Gus Yani merespon positif. Terkait kemacetan dari arah exit tol ke Utara. Gus Yani memgatakan pihaknua tengah menyiapkan langkah dan mengajak Forkopimda serta tokoh masyarakat di wilayah Kecamatan Manyar untuk fokus mengatasi persoalan tersebut.
Pemkab Gresik, sambung dia, berencana akan melakuka pelebaran jalan dengan membebaskan lahan seluruh lapak pedagang yang ada di sekitar area kemacetan. “Kita sudah siapkan anggaran, rencananya sejumlah lapak tersebut akan kita relokasi ke tempat yang baru. Jadi kami tidak hanya menggusur saja, namun kita carikan tempat pengganti yang layak bagi para pedagang tersebut,” katanya.
Gus Yani berharap ada kesepakatan dari musyawarah desa nantinya.
“Jadi kembali saya sampaikan bahwa Pemkab tidak sekedar menggusur, akan tetapi tetap kita bangunkan lapak sesuai jumlah lapak di lokasi berbeda. Ini juga demi kepentingan masyarakat bersama. Mudah-mudahan dapat segera terealisasi,” imbuhnya.
Sedangkan tekait desa siaga, Gus Yani menjelaskan kewaspadaan dan kesiapsiagaan dini dimulai dari keterlibatan masyarakat. Dan hal tersebut sudah mulai berjalan.
“Suatu misal persoalan banjir beberapa waktu lalu. Keterlibatan penanganan banjir dilakukan oleh masyarakat sekitar. Ini berarti kita bisa melakukan kewaspadaan yang berbasis masyarakat,”ulas dia.Kedua, lanjut dia, pada saat penanganan Covid-19, kesiapsiagaan masyarakat ditunjukkan mulai dari pendirian posko darurat. Baik di perkotaan ataupun di tingkat desa.
“Mereka berkolaborasi dengan sejumlah lembaga dan organisasi masyarakat. Artinya apa bahwa asyarakat di kota ataupun di desa sudah tergerak dengan kesiapsiagaan,” jelasnya.