GRESIK, Berita Utama– Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) sangat serius untuk mensukseskan program prioritas Asta Cita Presiden Prabowo Subianto yakni target nasional untuk bebas Tuberculosis (TBC) pada tahun 2030.
Untuk itu, Dinkes Gresik terus melakukan akselarasi eliminasi TBC melalui kolaborasi bareng Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Gresik dengan menggelar Seminar Kesehatan bertajuk “Jaga Diri, Jaga Lingkungan: Waspadai TBC Sebelum Menyebar” di Gedung Nasional Indonesia (GNI), Selasa (9/12/2025).
Seminar tersebut dihadiri Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani dan Kepala Dinkes Mukhibatul Khusnah sebagai narasumber.
Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani yang hadir memberikan apresiasi atas sinergi Dinkes dan PWI Gresik dalam mendorong percepatan penanganan TBC. Menurutnya, kolaborasi ini perlu dilanjutkan dalam bentuk kegiatan lapangan, salah satunya menyasar pondok pesantren untuk sosialisasi dan skrining TBC.
“TBC ini menjadi perhatian serius untuk semua pihak, baik pemerintah daerah, puskesmas, jurnalis dan lainnya. Tapi yang paling penting adalah, TBC bisa sembuh,” tegasnya.
Bupati Yani juga menekankan pentingnya menjaga lingkungan tempat tinggal dan tempat belajar, termasuk rumah dan asrama. Faktor kelembapan, pencahayaan, dan ventilasi harus diperhatikan agar risiko penularan dapat ditekan.
“Masyarakat segera melapor jika menemukan kasus TBC di lingkungan pesantren atau permukiman,”pintanya.
Pihaknya mengajak masyarakat menjalankan pola hidup bersih dan sehat, termasuk olahraga rutin, tanpa memberikan stigma kepada penderita TBC.
“Kami berharap tidak ada diskriminasi di masyarakat. Memang TBC penyakit menular, tapi yang perlu digarisbawahi bahwa TBC bisa sembuh,” cetus dia.
Sementara itu, Kadinkes Gresik Mukhibatul Khusnah memaparkan bahwa pemerintah daerah memiliki regulasi lengkap terkait penanganan TBC, mulai dari Peraturan Bupati (Perbup) nomor 37 tahun 2020 tentang penanggulangan tuberkulosis di Kabupaten Gresik dan Perbup No 48 tahun 2023 tentang rencana aksi daerah (RAD) Penanggulangan tuberkulosis Kabupaten Gresik tahun 2023-2027.
“Eliminasi secara nasional ditarget tahun 2030, sementara Kabupaten Gresik berdasarkan Perbup menargetkan eliminasi TBC tahun 2028, dua tahun lebih cepat dari target nasional. Untuk itu, kolaborasi terus digencarkan,” terangnya.
Percepatan eliminasi TBC merupakan bagian dari program prioritas Asta Cita Presiden Prabowo Subianto. Untuk mencapai target Gresik bebas TBC tersebut, maksimal sebaran TBC harus ditekan hingga 65 kasus per 100 ribu penduduk. Angka saat ini masih berada di 199 kasus per 100 ribu penduduk. Karena itu, pihaknya aktif melakukan temuan kasus sedini mungkin.
Dikatakan, Pemkab Gresik telah melibatkan banyak pihak dalam skrining, seperti mengintegrasikan pemeriksaan TBC dengan skrining stunting di Posyandu hingga skrining diabetes. Saat ini, 10 Puskesmas juga telah mampu melakukan Tes Cepat Molekuler (TCM), sehingga pasien tidak perlu ke RSUD Ibnu Sina.
“Gratis mulai dari pemeriksaan, pendampingan hingga pengobatan. Harapannya tahun 2028 bisa menuntaskan target tersebut. Minimal 90 persen pasien yang ditemukan harus bisa diobati dan angka kematian turun drastis,”papar dia.
Sedangkan Ketua PWI Gresik Deni Ali Setiono membuka acara dengan menegaskan pentingnya keterlibatan pers dalam edukasi publik. Menurutnya, TBC merupakan penyakit yang tampak tidak mencolok namun berbahaya, sehingga perlu terus digaungkan kepada masyarakat.
“Harapannya dari diskusi ini menjadi kontribusi dalam percepatan penanganan TBC di Kabupaten Gresik,”pungkas dia.
Komentar telah ditutup.