GRESIK, Berita Utama- Rombongan Komisi III DPRD Gresik melakukan inspeksi mendadak (sidak) proyek pembangunan Rumah Sakit Gresik Sehati (RSGS)
di Desa Slempit Kecamatan Kedamean, Kamis (21/09/2023). Dan mereka mengaku cukup puas dengan progress dari kontraktor yang mengerjakan proyek tersebut. Apalagi, setelah mendapatkan penjelasan dan melihat langsung pekerjaannya di lapangan.
“Progres pekerjaannya sudah mencapai 14 persen. Saat ini, sudah tahap pemasangan bekisting untuk pengecoran lantai satu,”ujar Anggota Komisi III DPRD Gresik, Abdullah Hamdi seusai sidak.
Sejatinya, lanjut dia, progress ada kekurangan 4 % sesuai schedule. Sebab, ada perbedaan antara perencanaan dengan fakta lapangan ketika pemasangan tiang pancang. Sehingga harus menunggu hasil pengujian.
“Kalau dalam perencanaannya, tiang pancang ditancapkan sedalam 22 meter. Tetapi fakta di lapangan, kedalaman tiang pancang tak sampai segitu sudah mentok menembus tanah keras. Makanya, menunggu hasil pengujian,”papar dia.
Setelah mendapat rekomendasi dari hasil pengujian, kontraktor pelaksana melanjutkan pekerjaannya dengan memasang bekisting sebagai penyangga pengecoran plat lantai 1 dari 5 lantai yang direncanakan.
“Sesuai perencanaan, ada beberapa bangunan gedung yang dibangun. Ada yang 5 lantai dan 4 lantai,”ucap dia.
Hal senada dikatakan Ketua Komisi III DPRD Gresik, Sulisno Irbansyah yang optimis pemenang tender akan mampu menyelesaikan pekerjaannya sesuai dengan kontrak kerja yakni akhir tahun 2023 ini. Sebab, kontraktor yang memenangkan tender dapat dikategorikan bonafid.
“Untuk pendanaan dalam pengerjaan, kontraktor sudah siap tidak menunggu . Jadi, kontraktornya bonafid. Makanya, kita optimis bisa selesai di akhir tahun ini,”tukas dia.
Tender proyek pembangunan Rumah Sakit Gresik Sehati dimenangkan oleh PT.Permata Lansekap Nusantara dengan alamat Jl.Gayungsari Barat No.91 – Lantai 3 Surabaya yang menawar sebesar Rp. 59.204.740.645,73 dari harga perkiraan
sendiri (HPS) Pemkab Gresik sebesar Rp 70.479.274.073,-
Rumah Sakit Gresik Sehati ini sangat dibutuhkan masyarakat, utamanya di wilayah Gresik Selatan untuk mendekatkan pelayanan kesehatan.