GRESIK, Berita Utama– Kolaborasi Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Gresik bersama BAZNAS RI dan BAZNAS Provinsi Jawa Timur menyalurkan bantuan kepada ribuan penerima di berbagai sektor di Gresik, Selasa (05/08/2025).
Dari penyaluran yang diberikan, bantuan BAZNAS Gresik meliputi tiga sektor utama yakni pendidikan, ekonomi, dan sosial. Di bidang pendidikan, disalurkan beasiswa pendidikan dasar hingga menengah untuk 720 siswa sekolah dasar, 320 siswa sekolah menengah pertama, dan 100 siswa sekolah menengah atas. Total 1.140 siswa tersebut menerima dukungan langsung dari zakat yang dikelola BAZNAS Gresik.
Untuk jenjang perguruan tinggi, BAZNAS Gresik juga menyalurkan beasiswa kepada 145 mahasiswa. Jumlah tersebut terdiri dari 82 mahasiswa asal Gresik yang kuliah di Gresik dan 63 mahasiswa asal Gresik yang kuliah di luar daerah.
BAZNAS Gresik juga menyalurkan bantuan alat kerja dan rombong untuk pelaku usaha kecil, dengan total nilai Rp763 juta. Program bantuan ekonomi produktif ini, bertujuan untuk mengangkat kualitas hidup mustahik.
Sedangkan BAZNAS Provinsi Jawa Timur menyalurkan berupa perbaikan rumah tidak layak huni (RTLH) senilai total Rp100 juta dan program peternakan sebesar Rp75 juta. Untuk BAZNAS RI menyalurkan program khusus ke wilayah selatan Gresik berupa microfinance berbasis desa, Microfinance berbasis masjid, Balai Ternak, BAZNAS Auto, hingga Z-Mart. Keseluruhan bantuan yang diberikan BAZNAS RI tersebut mencapai Rp1,86 miliar.
“Saya ucapkan terima kasih atas perhatian dari BAZNAS RI dan BAZNAS Jawa Timur untuk Kabupaten Gresik. Tapi perhatian ini harus kita balas dengan upaya bersama. Jangan ada lagi pola pikir mau menjadi mustahik terus-menerus. Kita harus tumbuh, berubah, dan kelak menjadi muzakki,” ujar Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani yang hadir dalam penyaaluran.
Ditambahkan, Pemkab Gresik sedang menyiapkan skema distribusi bantuan langsung tunai (BLT) melalui sistem uang digital. Melalui sistem ini, penggunaan dana akan bisa dipantau, apakah betul digunakan untuk kebutuhan pendidikan atau justru untuk konsumsi berisiko bahkan judi online.
“Kalau ditemukan penyalahgunaan, bantuannya akan kami evaluasi. Bahkan bisa dihentikan di periode berikutnya,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua BAZNAS Gresik, M. Mujib, menegaskan bahwa seluruh pengelolaan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) dilakukan dengan transparansi berbasis digital. Aplikasi yang dikembangkan BAZNAS Pusat memungkinkan kontrol langsung dari pusat hingga ke daerah.
“Ini bagian dari komitmen kami. Karena itu, selama empat tahun berturut-turut, BAZNAS Gresik mendapat penghargaan dari BAZNAS RI,” ujarnya. Hadir dalam kegiatan ini, Pimpinan BAZNAS RI Kolonel (Purn.) Nur Chamdani, Wakil Ketua III BAZNAS Provinsi Jatim Muhammad Zakki, Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif, Sekretaris Daerah Kabupaten Gresik Achmad Washil Miftahul Rachman, serta beberapa pejabat di lingkungan Pemkab Gresik.
Komentar telah ditutup.