Kementerian BPN/ ATR Tolak Ranperda RTRW Gresik 2021-2041, Ini Sebabnya

Beritautama.co - Mei 20, 2022
Kementerian BPN/ ATR Tolak Ranperda RTRW Gresik 2021-2041, Ini Sebabnya
GAGAL. Rapat pansus RTRW Gresik 2021-2041 gagal melaksanakan finalisasi karena ada penolakan dari Kementerian BPN/ATR. - (ist)

GRESIK- beritautama.co- Panitia Khusus (Pansus) DPRD Gresik dan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait gagal menemukan kesepahaman dalam finalisasi pembahasan rancangan peraturan daerah (Ranperda) tentang Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kabupaten Gresik 2021-2041, Jumat (20/05/2022).

Bahkan, anggota pansus geregetan dengan eksekutif karena kerja keras yang sudah dilakukan selama ini, tiada guna. Pemicunya, luasan Lahan Sawah Dilindungi (LSD) yang diajukan Pemkab Gresik dalam ranperda RTRW Kabupaten Gresik 2021-2041 tidak memenuhi luasan  yang ditentukan Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN). Selain itu, Kementerian ATR/BPN menemukan rencana alih fungsi lahan untuk industri.

‘Kalau memang sudah dikirimkan ke Kementerian BPN/ATR untuk mendapatkan persetujuan, semestinya muncul beberapa poin rekomendasi yang harus dilakukan perbaikan. Saya mengindikasikan, eksekutif  tidak mengirim untuk mendapatkan persetujuan. Makanya, hanya muncul luasan LSD saja,”ungkap Anggota Pansus RTRW Gresk 2021-2041, Lutfi Dhawan dengan ekpresi kesal seusai rapat.

Dijelaskan politisi Partai Gerindra ini, LSD berbeda dengan luasan kawasan pertanian pangan berkelanjutan (KPPB). Sebab, KPPB bisa saja mencakup tegalan untuk menanam umbi-umbian ataupun ketela pohon.

“Karena ketela pohon juga bahan pangan,”tukas dia.  

Dikatakan Lutfi Dhawam, pembahasan RTRW tidak bisa dilakukan dalam waktu singkat. Untuk itu, pihaknya tak mau pansus RTRW Gresik 2021`-2041 tergesa-gesa memutuskan.

“Di Kabupaten lain, pembahasan ranperda RTRW bisa memakan waktu sampai 2 tahun,”cetus dia.

Sedangkan Ketua Pansus RTRW Gresik 2021-2041, M Syahrul Munir mengatakan, bahwa, finalisasi terpaksa dilakukan penundaan lagi. Sebab, Kementerian ATR/BPN mensyaratkan luasan LSD sebesar 39.939 hektar.  Hal tersebut berdasarkan hasil peta citra eksisting lahan pertanian di Gresik yang dilakukan Kementerian BPN/ATR. “Sedangkan Pemkab Gresik hanya mengajukan luasan 31 ribu hektare di dalam draft. Makanya, kita minta untuk disesuaikan agar nanti tidak ditolak ketika diajukan review untuk persetujuan dari Kementerian ATR/BPN,” imbuh dia.

Dari hasil bedah kondisi eksisting LSD di Kabupaten Gresik, lanjut Spolitisi PKB ini, LDS  yang memenuhi ketentuan luasnya hanya 21.194 hektare lahan.

“Nah, luas yang 18.745 hektar itu belum sesuai. Karena ada rencana peruntukan lain seperti untuk industri, perumahan perkotaan, perumahan perdesaan dan sebagainya. sebagian lagi kondisi eksisting sudah tidak sesuai,” papar dia.

Syahrul Munir  meminta eksekutif untuk kembali mengklarifikasi kepada Kementerian ATR/BPN untuk memastikan.

“Apakah ketentuan luasan lahan LSD itu harus dipenuhi  semuanya atau bisa dikurangi?. Yang jelas untuk sebagian yang kondisi eksistingnya sudah ada pemanfaatan tertentu yang izinnya diatas akhir tahun 2021, Kementerian minta harus dibangun dalam tiga tahun kedepan,  kalau tidak akan ditetapkan sebagai LSD selamanya,” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Bappelitbangda Gresik Misbahul Munir menyampaikan pihaknya segera mengklarifikasi ke Kementerian ATR/BPN mengenai ketentuan luasan lahan LSD yang dipersyaratkan. Juga, pihaknya siap mengikuti ketentuan Kementerian ATR/BPN bila memang tidak bisa dikurangi.

“Kita kaji detail lagi untuk memenuhi ketentuan luasan LSD. Kalau memang harus segitu ya kami ikuti,” pungkas dia.

Tinggalkan Komentar

Terkini Lainnya

DPRD Gresik Siapkan Regulasi Penuhi Kebutuhan Perumahan yang Layak dan Terjangkau

DPRD Gresik Siapkan Regulasi Penuhi Kebutuhan Perumahan yang Layak dan Terjangkau

Berita   Daerah   Sorotan
DPRD Gresik Tawarkan Berbagai Skema dan Formula Solusi di Mengare

DPRD Gresik Tawarkan Berbagai Skema dan Formula Solusi di Mengare

Berita   Daerah   Headline   Pemerintah   Sorotan
Minibus Seruduk Truk di Gresik, 8 Orang Luka

Minibus Seruduk Truk di Gresik, 8 Orang Luka

Berita   Daerah   Hukum   Sorotan
Asyiknya Ngopi Santai Sambil Mancing di Taman Wisata Edukasi Al-Hambra

Asyiknya Ngopi Santai Sambil Mancing di Taman Wisata Edukasi Al-Hambra

Berita   Daerah   Sorotan
Wabup Gresik Berharap Kantor Ranting NU Sembayat Jadi Solusi Persoalan Nahdliyyin

Wabup Gresik Berharap Kantor Ranting NU Sembayat Jadi Solusi Persoalan Nahdliyyin

Berita   Daerah   Sorotan
Sepakat Masukan Dewan, PT Gresik Migas Akuisisi SPDN Campurrejo

Sepakat Masukan Dewan, PT Gresik Migas Akuisisi SPDN Campurrejo

Berita   Daerah   Ekonomi   Headline   Pemerintah   Sorotan
Implementasi Dorong Penguatan UMKM, BRI Gresik Serahkan Bantuan Mobil Display

Implementasi Dorong Penguatan UMKM, BRI Gresik Serahkan Bantuan Mobil Display

Berita   Daerah   Ekonomi   Sorotan
Pastikan Kesiapan Pengamanan Mudik, Polres Gresik Sidak Senpi Personel

Pastikan Kesiapan Pengamanan Mudik, Polres Gresik Sidak Senpi Personel

Berita   Daerah   Hukum   Sorotan
Komisi IV DPR RI Pastikan Ada Alokasi Pupuk Subsidi Perikanan di 2026

Komisi IV DPR RI Pastikan Ada Alokasi Pupuk Subsidi Perikanan di 2026

Berita   Daerah   Nasional   Pemerintah   Sorotan
Personel Polres Gresik Secara Acak Mendadak Dites Urine

Personel Polres Gresik Secara Acak Mendadak Dites Urine

Berita   Daerah   Hukum   Sorotan
BRI Bantu Material Bangunan Rp150 Juta untuk Renovasi MI di Dukun Gresik

BRI Bantu Material Bangunan Rp150 Juta untuk Renovasi MI di Dukun Gresik

Berita   Daerah   Ekonomi   Pendidikan   Sorotan
Gresik Phonska Plus Buka Peluang Juara Putaran Kedua Proliga 2026

Gresik Phonska Plus Buka Peluang Juara Putaran Kedua Proliga 2026

Berita   Opini   Sorotan
Jelang Ramadan dan Idul Fitri, Polres Gresik Gelar Operasi Keselamatan Semeru 2026

Jelang Ramadan dan Idul Fitri, Polres Gresik Gelar Operasi Keselamatan Semeru 2026

Berita   Daerah   Hukum   Sorotan
IDUL-FITRI-1446-IKLAN-FRAKSI-scaled