GRESIK, Berita Utama – Konsep politik dan kebangsaan yang sesuai dengan ajaran islam dibedah dalam agenda halaqoh fiqih peradaban dengan tema Fiqih Siyasah dan Negara Bangsa di Pondok pesantren (Ponpes) Qomaruddin Bungah Gresik, Rabu (14/12/2022) kemarin, dengan nasarasumber Wakil Rais Aam PBNU KH. Afifuddin Muhajir, Rais Syuriah PBNU KH. Masdar Farid Mas’udi, dan Ketua Aswaja NU Center Jatim KH. Ma’ruf Khozin.
Agenda nasional dari Pengurus Besar Nahdlatul Ulama’ (PBNU) ini, rencananya akan digelar di 250 titik se-Indonesia. Sedangkan di Jawa Timur sebanyak 75 titik, termasuk di Ponpes Qomaruddin Bungah, Kecamatan Bungah, Gresik sekaligus menjadi rangkaian haul KH. Sholeh Tsani ke-124.
Dalam paparannya, Rais Syuriah PBNU KH Masdar Farid Mas’udi menjelaskan bahwa Fiqih Peradaban dalam bahasa Jawa memiliki makna tepo sliro. Yakni, fiqih yang bisa memberikan rasa adil, aman, berkemajuan, dan berkembang untuk maslahat umat muslim terutama di negara Indonesia.
“Sebab, kekuasaan di dunia setelah Tuhan adalah negara. Oleh karena itu, negara wajib dikawal oleh rakyatnya melalui syuri (atau yang biasa di Indonesia disebut dengan musyawarah). Uniknya di Indonesia, meskipun dengan jumlah penduduk terbanyak umat muslim namun tidak menyebut dirinya negara Islam, akan tetapi negara berkeadilan atau Pancasila,” ujarnya.
Negara Indonesia, lanjut dia, menjadikan asas keadilan sebagai yang paling akhir atau pamungkas dalam Pancasila, yakni Keadilan Bagi Seluruh Rakyat Indonesia. Namun jika dilihat dari seluruh asas yang termuat dalam Pancasila, Indonesia sudah sangat islami, sekalipun tidak menyebut negara islam. “Pertama ketuhanan Yang Maha Esa sesungguhnya bermakna tauhid, kemudian kemanusiaan yang adil dan beradab. Itu, kita menjaga betul insaniyah, lalu persatuan Indonesia adalah ukhuwah wathoniyah. Dan keempat kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan. Itu Syuro Bainahum dalam bahasa Alqur’an, baru kemudian pamungkasnya adalah keadilan bagi seluruh rakyat Indonesia. Jadi jika dilihat dari Pancasila, Indonesia sangat islami,” jlentreh dia.
Komentar telah ditutup.