GRESIK – beritautama.co- PT Freeport Indonesia (PTFI) sudah mendefinisikan ring 1 pembangunan smelter di kawasan Java Integrated Industrial Port and Estate (JIIPE). Yakni, 5 desa di Kecamatan Manyar dan 4 di Kecamatan Bungah.
Untuk desa di Kecamatan Manyar meliputi Manyar Sidorukun, Manyarejo, Manyar Sidomukti, Karangrejo, dan Banyuwangi. Sedangkan desa di Kecamatan Bungah yakni Bedanten, Tanjung Widoro, Kramat, dan Watuagung.
”Kalau mengacu aturan, sebenarnya cukup lima desa saja. Tapi, desa-desa yang terdampak berdasarkan definisi dari perusahaan ada sembilan. Sehingga, kami tetapkan sembilan desa yang masuk ring 1,” ujar Project Manager Smelter PT FI, Erika Silva mendampingi Vice President Corporate Communication PTFI, Riza Pratama ketika coffe morning dengan wartawan di Gresik.
Ada 4 prioritas atau ring yang ditetapkan oleh PTFI. Untuk ring 1 terdiri dari 9 desa tersebut. Kemudian ring 2 meliputi seluruh Kabupaten Gresik. Ring 3 meliputi seluruh Jawa Timur dan ring 4 secara nasional.
Namun, aktivis LSM Forum Kota (Forkot) menilai definisi ring 1 dari PTFI masih terlalu kecil. Untuk itu, mereka mendesak agar jangkauan wilayah diperluas. Sebab keberadaan proyek strategis nasional itu, dampaknya lebih luas di ring 1 yang seharusnya bisa menampung lebih banyak desa.
Ketua Forkot Gresik, Haris S Faqih mengindikasikan penetapan ring 1 tersebut hanya akal-akalan PTFI untuk meminimalisir distribusi corporate social responcibility (CSR) di kemudian hari.
“Itu tidak adil untuk masyarakat yang terdampak secara langsung atas keberadaan proyek Smelter di Gresik,” tegas dia, Rabu (01/06/2022).
Menurut Bogel-sapaan akrab Haris S Faqih- jika penetapan desa ring 1 proyek smelter ditentukan berdasarkan radius, seharusnya ada 14 sampai 16 desa yang terdampak secara langsung keberadaan proyek smelter.
“Seperti Desa Leran, Desa Gumeno, Desa Peganden, Betoyoguci dan Betoyokauman, seharusnya masuk ring satu,” bebernya.
Untuk itu, pihaknya meminta PTFI mengkaji kembali definisinya terkait desa yang masuk ring 1 proyek smelter.
“Kalau itu tetap di teruskan, Forkot akan membangun konsolidasi secara bersama dengan warga, untuk menelaah dan menyikapi perihal itu,” tutupnya.