GRESIK, Berita Utama- Direktorat Jenderal (Dirjen) Perumahan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Iwan Suprijanto didampingi Kasatker Balai P2P Jawa IV Aditya Vico Vignata, Kasubag TU BP2P Jawa 4, Ali Murtadho, PPK Swadaya RUK Balai P2P Jawa 4 Indro melakukan kunjungan kerja sekaligus diskusi terkait Rumah Terdampak Gempa di Kepulauan Bawean bersama Bupati Fandi Akhmad Yani (Gus Yani) di pendopo. Sabtu (06/04/2024).
“Gempa ini belum pernah terjadi di Pulau Bawean Bawean, namun BMKG menceritakan bahwa sekitar 70 tahun lalu, Pulau Bawean pernah mengalami kondisi gempa. Kami merasa prihatin, semoga dengan diskusi ini dapat menemukan titik terang dan dapat membantu rehabilitasi pasca gempa di Kepulauan Baweanm,”ujar Gus Yani.
Sedangkan Sekda Gresik Achmad Washil memaparkan permasalahan utama yang dihadapi di Pulau Bawean ini antara lain kondisi bangunan hunian yang mengalami rusak ringan, sedang dan rusak berat. Kondisi dan psikologi masyarakat yang masih ketakutan apabila terdapat gempa kembali.
“Banyak masyarakat Bawean yang saat ini takut masuk rumah karena terjadi gempa terutama di malam hari. Hal ini menyebabkan masyarakat Bawean merasa khawatir jika terjadi gempa yang cukup tinggi ditambah dengan kondisi bangunan di Bawean tidak tahan gempa” ungkapnya.
Terkait hal tersebut, Dirjen Perumahan Kementerian PUPR, Iwan Suprijanto memberikan contoh dalam mengatasi Bencana Erupsi Gunung Semeru dengan melakukan kolaborasi dengan berbagai pihak.
“Gresik ini perlu menginisiasi kolaborasi dengan perusahaan di sekitar Gresik serta civitas akademika untuk mengatasi gempa di Pulau Bawean. Membuat master plan dan disusun skala prioritas dan membentuk tim yang intensif untuk berkoordinasi dilapangan” ujarnya.
Adapun saran dan masukan yang diberikan oleh Dirjen Perumahan Kementrian PUPR meliputi perlu melakukan sosialisasi apabila terjadi gempa kepada masyarakat Bawean bersama dengan BPBD.
Kemudian, perlu melakukan gerak cepat dan membentuk tim khusus (satgas) dalam mengatasi gempa, memberikan stempel pada setiap rumah yang terdampak gempa seperti rumah rusak ringan, rumah rusak sedang, rumah rusak berat. Hal ini bertujuan untuk memberikan informasi dan himbauan kepada masyarakat Bawean.
“Memberikan stimulan dan trauma healing kepada anak kecil dengan membentuk kelompok tertentu dengan menggunakan metode metode yang ada seperti lagu”kalau ada gempa lindungi kepala, kalau ada gempa sembunyi di bawah meja,”imbuh dia.
Terakhir, melakukan kolaborasi baik dengan perusahaan atau perguruan tinggi untuk menjadi fasilitator pendamping perbaikan rumah yang rusak dalam mengatasi gempa dan merancang pembangunan rumah untuk masyarakat yang terdampak gempa.
Komentar telah ditutup.