GRESIK, Berita Utama- Beberapa catatan diberikan oleh Fraksi Partai Gerindra atas Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Rencana Pembangungan Jangka Panjang Daerah (PJPD) Kabupaten Gresik Tahun 2025 – 2045.
Muchammad Zaifuddin yang membacakan PU Fraksi Partai Gerindra memeprtanyakan inovasi yang dilakukan Pemkab Gresik dalam rangka upaya peningkatan pendapatan dan efisiensi belanja perlu inovasi dan sharing dengan program dari Pusat dalam program Kementrian.
Dalam rangka percepatan, semua butuh revolusi industry 5.0 yang berpeluang menimbulkan kesempatan peluang kerja dan efisiensi serta peluang investasi karena kecanggihannya, semua dalam rangka peningkatan bekonomi.
“Apakah konsep ini sudah terpogram dengan detail dalam draft ranperda RPJPD? Mohon tanggapan?,”pintanya dalam rapat paripurna, Rabu (10/07/2024)..
Kebijakan-kebijakan yang tertuang dalam dokmen RPJPD tahun 2025 – 2045, lanjut dia, kurang berpihak pada pembangunan, pengembangan dan pendampingan pemuda yang notabene merupakan generasi penerus yang akan digadang dapat menjamin keberlanjutan pembangunan daerah.
“Hal ini dapat dilihat pada isu-isu strategis yang tercantum dalam draft ini. Mohon tanggapannya?,”tandas dia.
Adanya pertambahan penduduk, salah satunya berdampak pada meningkatnya jumlah timbulan sampah. Data timbulan sampah pada tahun 2022 telah mencapai 142 ton/hari. Indikator Keberhasilan Pengelolaan Sampah baru mencapai 67,46% dengan penanganan sampah sebesar 65,68%.
“Kami melihat kebijakankebijakan yang tertuang pada RPJPD 2025-2045 hanya tertuang
pada pengolahan sampah. Dan itupun masih belum optimal, bukan pada sisi armada pengangkut sampah yang terbatas yang menimbulkan sampah melebihi kapasitas TPS dan TPA. Mohon tanggapan,”cetus dia.
Kurangnya fasilitas kesehatan dan pemantauan kesehatan secara rutin di daerah pelosok atau yang sulit untuk dijangkau, kata dia, membuat kesadaran masyarakat rendah atas isu kesehatan terkini, sehingga penularan penyakit lebih mudah tersebar.
“Apakah penanganan kesehatan ini sudah terpogram dengan detail dalam draft ranperda RPJPD 2025-2045?,”tanyanya.
Kabupaten Gresik memiliki indeks bahaya banjir mulai dari kelas sedang hingga tinggi. Namun, berdasarkan IRBI 2021, sambung Zaifuddin, Kabupaten Gresik memiliki kelas resiko tinggi untuk bencana banjir dengan skor 19,04. Wilayah yang paling banyak mengalami banjir yaitu, Kecamatan Balongpanggang sebanyak 14 desa, Kecamatan
Benjeng sebanyak 17 desa, Kecamatan Cerme sebanyak 18 desa.
“Sampai hari ini, total normalisasi Kali Lamong 58 Km, sudah terealisasi hingga Tahun 2023 sepanjang 43,68 Km. Apakah penanganan banjir ini sudah terpogram dengan detail dalam draft ranperda RPJPD 2025-2045?,”tukas dia.
Upaya Perbaikan dalam rangka APBD kita lebih sehat dari APBD tahun sebelumnya, dan sesuai arahan Presiden RI, lanjut dia, maka money follow program menjadi prinsip anggaran berbasis kebutuhanlah yang harus mendapatkan anggaran dan harus diprioritaskan bukan money function lagi.
“Apakah draft RPJPD ini sudah berbasis yang demikian?,”pungkas dia.
Komentar telah ditutup.