GRESIK, Berita Utama – Petambak tidak mendapat alokasi pupuk subsidi dari pemerintah sejak tahun 2021 silam. Namun, ada kabar gembira di tahun politik menjelang pelaksanaan Pemilu 2024 ini. Petambak berkesempatan tebus murah pupuk non subsidi jenis urea dan SP -26. Rencananya, PT Pupuk Indonesia (PI) melalui PT Petrokimia Gresik (PG) menggeber Gebyar Diskon Pupuk up to 40 % di Gresik.
Yakni, satu petambak mendapatkan jatah 25 kilogram Urea dan 25 kilogram SP-26. Paket pupuk non subsidi tersebut bisa ditebus petambak dengan harga Rp 200 ribu dari harga normal Rp 340 ribu.
Mereka tinggal membawa KTP dan uang tunai untuk menebus pupuk di GOR Tri Dharma PT Petrokimia Gresik (PG) pada Rabu (07/02/2024)..
Kepala Dinas Perikanan Gresik, Moh Nadlelah mengaku pihaknya mendapatkan jatah sebanyak 1.500 kupon yang telah dibagikan kepada para petani tambak. Kupon tersebut dibagikan kepada 250 Kelompok Budidaya Ikan (Pokdakan). Sedangkan Kabupaten Gresik mendapat jatah 6.000 paket. Rinciannya, 3.000 paket untuk petani dan 1.500 paket untuk distributor.
“Tidak semua anggota Pokdakan mendapatkan kupon. Setiap Pokdakan hanya mendapat 6 kupon saja. Sedangkan anggota Pokdakan bisa mencapai 10 orang. Kami maksimalkan yang ada. Karena alokasinya di Dinas Perikanan hanya 1.500 paket,” tandasnya kepada awak media, Senin (05/02/2024).
Sejatinya, sambung Nadlelah, sebanyak 240 Pokdakan di Kabuten Gresik pada tahun 2023 kemarin juga telah menerima bantuan pupuk non subsidi dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP). Setiap pokdakan mendapatkan bantuan sebanyak 500 kilogram pupuk non subsidi jenis urea.

Gebyar Diskon Pupuk up to 40 % tersebut cukup membawa angin segar sementara di tengah alokasi pupuk subsidi dari pemerintah pusat yang jumlahnya menurun bagi petani padi di Kabupaten Gresik.
Kepala Dinas Pertanian Gresik, Eko Anindito Putro kepada awak media mengatakan, tebus murah pupuk non subdisi ini sangat membantu para petani di tengah alokasi pupuk subsisi yang menurun. Disamping itu Pemkab Gresik juga mendorong para petani untuk menggunakan pupuk organik. Namun, tantangannya masih banyak petani yang berharap dengan pupuk anorganik.
“Dinas pertanian dapat 3.000 paket untuk tebus murah pupuk subsidi ini,” tukas dia. Dinas Pertanian Gresik juga berkoordinasi dengan penyuluh pertanian untuk menyebarkan kopun tebus murah ini. Sebab tanpa kupon para petani tidak bisa membeli pupuk non subsidi dengan harga diskon.
Komentar telah ditutup.