GRESIK, Berita Utama– Postur rancangan Perubahan APBD (P-APBD) Gresik tahun 2023, diproyeksikan turun dari penetapan awal sebesar Rp 4,01 menjadi sebesar Rp 3,856,642,726,088. Rinciannya, pendapatan daerah diproyeksikan sebesar Rp 3,7 triliun dan belanja daerah sebesar Rp 3,8 triliun. Sehingga, ada defisit sebesar Rp 79 miliar yang ditutup dengan pembiayaan yang bersumber dari sisa lebih penggunaan anggaran (SiLPA) sebesar Rp 59 miliar dan pinjaman daerah sebesar Rp 20 miliar.
Penurunan belanja daerah sebesar Rp 229 miliar dikarenakan efisiensi, masing – masing dana alokasi umum (DAU) dan dana alokasi khusus (DAK), belanja modal pembelian tanah di Manyar untuk mendukung pelaksanaan kegiatan yang bersumber dari APBN. Juga belanja modal asset tetap BOS, dan belanja modal yang dilaksanakan badan layanan umum daerah (BLUD).
Fraksi Partai Golkar (FPG) DPRD Gresik memberikan catatan terkait dengan belanja daerah, agar menjadi perhatian. Pertama, program prioritas yang telah dicanangkan semisal peningkatan infrastruktur jalan, penangnan banjir kali lamong, hingga pembangunan Rumah Sakit Sehati tetap dilanjutkan sesuai perencanaan.
“Penanganan persampahan dan kebutuhan sarprasnya termasuk pengadaan bak truk sampah dan ambrol di PAPBD tahun 2023 ini harus diadakan meskipun tidak tuntas,”ujar Lusi Kustinah yang membacakan pemandangan umum (PU) fraksi-fraksi di DPRD Gresik tentang rancangan perubahan APBD (P-APBD) Gresik tahun 2023, Kamis (14/09/2023).
Terkait efisiensi belanja, lanjut dia, agar di rasionalisasi, program kerja terutama pada sektor belanja yang sifatnya penunjang agar tidak mengurangi standar pelayanan terhadap masyarakat.
“Terkait dengan pola yang dipakai untuk menentukan defisit anggaran pada PAPBD tahun 2023 ini, FPG menekankan tim anggaran pemerintah daerah (TAPD) harus benar – benar membuat patokan yang jelas jangan sampai multi tafsir. Mohon penjelasan?.”pintanya.
Komentar telah ditutup.