GRESIK, Berita Utama– Kebijakan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik menghapus anggaran Bantuan Penyelenggaraan Pendidikan Diniyah dan Guru Swasta (BPPDGS) serta Bantuan Operasional Sekolah Daerah (BOSDA) dalam rancangan perubahan APBD (P-APBD) Gresik tahun 2023, tidak terlalu ditanggapi oleh Pengurus Cabang (PC) LP Ma’arif NU Gresik.
Padahal, pembahasan R-APBD Gresik tahun 2023 sudah memasuki tahap finalisasi sebelum agenda pengambilan keputusan menjadi peraturan daerah (Perda) tentang P-APBD Gresik tahun 2023 oleh DPRD Gresik dan Bupati Gresik dalam rapat paripurna.
“Infornmasinya kan baru dari media. Kami akan konfirmasi dulu,”ujar Ketua PC LP Ma’rif NU Gresik, H Muhammad Mujib, MPdi kepada beritautama.co, Kamis (21/09/2023).
Sehingga, H Muhammad Mujid M.Pdi juga diangkat Bupati Fandi Akhmad Yani (Gus Yani) sebagai pengurus Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Gresik ini, belum bersedia memberikan sikap resmi dari LP Ma’arif NU Gresik.
“Akan konfirmasi dulu ke dinas (Dinas Pendidikan Gresik-red). Saya masih Rakornas di Jakarta,”ucap dia.
Sedangkan Wakil Sekretaris PC LP Ma;’arif NU Gresik mengaku tidak berani menyikapi kebijakan Pemkab Gresik tersebut.
“Wah, gak berani, mas,:”ujarnya singkat.
Pengurus Cabang (PC) Persatuan Guru Nahdaltul Ulama (PERGUNU) Gresik, juga belum jelas. Ketua PC Pergunu Gresik masa khidmat 2023-2027, Syamsul Anam ketika dihubungi beritautama.co via WhatApps (WA) belum membalas.
Sebagaimana diberitakan, kalangan DPRD Gresik mencak-mencak karena Pemkab Gresik ‘gelap mata’ dalam melakukan efisiensi. Sehingga, tanpa pikir panjang dalam pengeprasan ataupun penghapusan anggaran yang menjadi urusan wajib di rancangan P-APBD Gresik tahun 2023.
Rincian yang diusulkan oleh Pemkab Gresik dihapus yakni Bosda sebesar Rp 66.573.949.365,-. Lalu, BPPDGS sebesar Rp 10.005.000.000,- honorarium guru tidak tetap (GTT) sebesar Rp 4.561.600.000,- dan gaji sebesar Rp12.050.345.268,-. Maka, total anggaran di bidang pendidikan yang dilakukan efesisensi sebesar Rp 94.289.867.962,-
BOSDA digunakan untuk 678 lembaga pendidikan mulai sekolah dasar (SD), Madrasah Ibtidaiyah (MI), Sekolah Menengah Pertama (SMP), dan Madrasah Tsanawiyah (MTs) di Kabupaten Gresik.
Komentar telah ditutup.