GRESIK, Berita Utama- Kegagalan dalam pengelolaan anggaran maupun melaksanakan misi sesuai dengan Peraturan Daerah (Perda) No 2 tahun 2021 tentang Rencana Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Gresik tahun 2021-2026, terpapar dalam laporan keterangan pertanggungjawaban(LKPJ) kepala daerah akhir tahun anggaran 2023 yang dibacakan Bupati Fandi Akhmad Yani (Gus Yani) dalam rapat paripurna, Kamis (21/03/2024)
Dalam pengelolaan APBD Gresik tahun 2023, pendapatan daerah ditargetkan sebesar Rp 3. 873. 145. 748, 000, 86 tetapi teralisasi sebesar Rp 3. 416. 390. 957. 965,- atau 88.20 %. Rinciannya, pendapatan asli daerah (PAD) yang ditargetkan Rp 1. 171. 022. 355. 099,- atau hanya 73.92 % dari target sebesar Rp 1. 548. 113. 767.514,-
Sedangkan pendapatan transfer terealisasi Rp 2.241.478.601.966,- atau 97.92 % dari target sebesar Rp 2.289.031.980.572,-
“Lain- lain pendapatan yang sah teralisasi sebesar 3 miliar 890 juta rupiah,”tandasnya.
Belanja Daerah dialokasikan sebesar Rp 3,9 triliun tetapi teralisasi sebesar Rp 3,4 triliun atau 86,50 %. Rinciannya, belanja operasi teralisasi Rp 2.2 triliun atau 90.96%dari target sebesar Rp 2,4 triliun.
Belanja modal terealisasi Rp 431 miliar atau 67% dari target sebesar Rp 642 miliar. Belanja tidak terduga teralisasi sebesar Rp 1,1 miliar atau 15.29% dari alokasi sebesar Rp 7.7 miliar. Belanka transfer teralisasi sebesar Rp 783 miliar atau 89% dari target sebesar Rp 880 miliar. Adapun pembiayaan daerah dialokasikan sebesar Rp 79, 2 miliar dan terelisasi sebesar Rp 78,1 miliaratau 99,82% .
“Pengeleluaran pembiayaan nol rupiah,”ucap dia.
Gus Yani menjelaskan sesuai dengan Peraturan Daerah (Perda) No 2 tahun 2021 tentang Rencana Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Gresik tahun 2021-2026, bahwa visi Pemkab Gresik adalah mewujudkan Gresik baru yang lebih mandiri, sejahtera, berdaya saing dan berkemajuan berdasarkan akhlakul karimah.
“Dalam rangka mewujudkan visi tersebut, disusun lima misi yang dijabarkan dalam tujuan dan sasaran pembangunan berikut indicator kinerja yang terukur,”papar dia.
Misi pertama, menciptakan tata kelola pemerintahan yangbersih, akuntabel serta mewujudkan kepemimpinan yang inovatif dan kolaboratif. Bupati Gus Yani menyatakan pada tahun 2023 kabupaten Gresik mendapat predikatA dengan kategori sangat tinggi berdasarkan indeks reformasi birokrasi.
Misi kedua, membangun infrastruktur yangberdaya saing, memakmurkan desa dan menata kota. Bupati Gus Yani menyatakan berdasarkan indeks daya saing daerah dan publikasi Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Kabupaten Gresik mendapat penilaian sangat tinggi.
Misi ketiga, mewujudkan kemandirian ekonomo yang seimbang antar sector dan antar wilayah. Indikator kerja utama yakni pertumbuhan ekonomi.
“ Pertumbuhan ekonomi Kabupaten Gresik selama tahun 2023 sebesar 4.62 persen. Ini sangat lambat dari pertumbuhan ekonomi dari tahun 2021 ke tahun 2022 sebesar Rp 7,38 persen. Dari sisi lapangan usaha, sebagian besar sector usaha mengalami perlambatan dari tahun sebelumnya,”terang dia.
Gus Yani mengatakan penilaian indicator kinerja sasaran untuk misi ketiga, dari 1 sasaran pembvangunan dengan2 indikator kinerja sasaran Indeks Williamson bernilai sangat tinggi dan pertumbuhan pendapatan daerah rata-rata bruto (PDRB) sector pertanian bernilai tinggi.
Misi keempat, membangun insan Gresik unggul yang cerdas, mandiri sehat dan berakhlakul karimah. Gus Yani menerangkan., berdasarkan BPS masih diatas angka Jawa Timur dan Nasional
Misi kelima, meningkatkan kesejahteraan social dengan menciptakan lapangan kerja dan memenuhi kebutuhan dasar masyarakat Gresik.
“Tingkat kemiskinan tahun 2023 berada di angka 10,96. Ini prosentase kemiskinan terendah selama 11 tahun terakhir sehingga capaiannya dengan kategori sangat tinggi. Sedangkan untuk angka pengangguran terbuka, Kabupoaten Gresik capaian dengan kategori sangat tinggi,”pungkas dia. sof
Komentar telah ditutup.