BOJONEGORO – Beritautama.co – Prestasi membanggakan diraih perempuan asal Bojonegoro, Eryul Mufidah. Perempuan yang konsisten menggerakkan bank sampah ini akan mendapat penghargaan sebagai perempuan berjasa dan berprestasi Organisasi Aksi Solidaritas Era Kabinet Indonesia Maju (OASE-KIM). Pemberian penghargaan rencananya akan digelar pada tanggal 21 April besok, bertepatan dengan Hari Kartini.
Peringatan Hari Kartini yang akan digelar di Istana Negara Jakarta dirangkai dengan pemberian penghargaan secara langsung (luring) kepada Perempuan Berjasa dan Berprestasi yang dhadiri oleh Hj. Iriana Joko Widodo dan H. Wury Estu Ma’ruf Amin selaku Pembina.
Eryul Mufidah merupakan warga Desa Kalianyar, Kecamatan Kapas, Kabupaten Bojonegoro yang menerima penghargaan bidang lingkungan hidup.
Eryul Mufidah dikenal aktif sebagai perempuan penggerak lingkungan. Salah satu kegiatan bidang lingkungan yang dilakukan adalah peringatan Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) Februari lalu, sekaligus launching program Bank Sampah Digital melalui Satu Desa Satu Bank Sampah (SDSB), dengan koordinasi Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (P3AKB) Bojonegoro, Dinas Lingkungan Hidup, dan Sekretaris Daerah Bojonegoro.
Eryul Mufidah menyampaikan, saat ini dia sedang melakukan pembinaan di 80 bank sampah bersama dengan DLH Pemkab Bojonegoro.
“Bank sampah sendiri sesuai program Ibu Bupati, yaitu SDSB, Satu Desa Satu Bank Sampah,” kata perempuan yang juga Dosen STAI Attanwir itu, Selasa (19/04/2022) kemarin.
Gerakan di bidang bank sampah ini juga digabungkan dengan penguasaan teknologi informasi. Sehingga, jadilah bank sampah berbasis IT atau lebih dikenal degan bank sampah digital. Yakni sistem pelaporan terpadu dan ter-up to date untuk memudahkan pemantauan terhadap kelompok bank sampah yang sudah menyebar di 28 kecamatan 430 desa.
Eryul Mufidah juga aktif di PC Fatayat NU Bojonegoro dan sering memberikan pelatihan multimedia produk daur ulang.
“Ini dibutuhkan kemampuan dalam memproduksi sebuah video maka pelatihan multimedia segera kita adakan. Pemasaran juga didorong sistem online, melibatkan marketplace seperti Shopee, Tokopedia, Bukalapak, Go Store, dan lain-lain,” tambah Eryul Mufidah.
Dia menargetkan bisa memenuhi target pembentukan 430 bank sampah sesuai jumlah desa di Bojonegoro.
“Karena jumlah perputaran uang yang ada di 168 bank sampah yang ada berjumlah Rp100 juta lebih. Ini bisa menggerakkan ekonomi warga,” tukasnya. (han/zar)