GRESIK, Berita Utama – Fakta di lapangan ketika melakukan sidak proyek infrastruktur, banyak sekali ditemukan perencanaan proyek yang kurang matang dari eksekutif. Alhasil, anggaran menjadi tidak efisien. Bahkan, menjadi masalah baru bagi masyarakat.
Realitas tersebut menjadi keprihatinan dari Wakil Ketua Komisi IiI DPRD Gresik, Abdullah Hamdi. Untuk itu, pihaknya mengusulkan agar DPRD Gresik menggandeng konsultan perencanaan untuk melakukan kajian pembanding perencanaan proyek infrastruktur yang didanai APBD Gresik.
“Sangat penting kita menggandeng konsultan perencanaan untuk proyek infrastruktur. Tujuannya memperkuat pengawasan yang menjadi tugas legislatif, khususnya yang duduk di Komisi III. Selain itu, dalam rangka memastikan pembangunan infrastruktur di Kabupaten Gresik semakin baik dan berkualitas,” ujar Anggota FPKB DPRD Gresik tersebut, Kamis (03/07/2025).
Diakuinya, latar belakang anggota DPRD Gresik, khususnya anggota Komisi III, tidak semua dari teknik baik sipil ataupun lainnya. Kalaupun ada yang mengerti teknik, lebih banyak pengalaman lapangan.
“Makanya, kami ingin ada konsultan pembanding perencanaan pekerjaan infrastruktur yang kompetensinya mumpuni terhadap rencana pembangunan infrastruktur daerah,” tutur Hamdi.
Kerja konsultan perencanaan, sambung Hamdi, secara garis besar akan memetakan kebutuhan infrastruktur berdasarkan topologi kewilayahan. Sampai pada rekomendasi teknis. Misalnya mengenai jenis konstruksi dalam perkerasan jalan yang akan dibangun dari dana APBD Gresik.
“Misalnya untuk rencana pembangunan jalan, di Gresik Utara dan Selatan kontur tanahnya beda, di Utara tanahnya sudah kuat dan stabil, kalau di selatan masih labil, cocoknya dibangun beton atau aspal? . Itu nanti salah satu yang akan dikaji konsultan,” terang dia.
Hasil kajian dari konsultan perencanaan infrastruktur tersebut nantinya akan digunakan sebagai penyanding dengan rencana kerja pembangunan infrastruktur di Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang mengampu pembangunan infrastruktur.
“Nanti disandingkan hasil kajian perencanaannya itu. Misalnya dalam rencana pembangunan ruas jalan, hasil kajian konsultan perencanaan di legislatif bisa jadi lebih hemat dengan pagu anggaran yang sama. Bahkan, volumenya bisa bertam ah. Hal demikian yang akan kita tawarkan agar Bupati mengambil kebijakan,’ulas dia.
Menurut Hamdi, konsultan perencanaan yang digandeng bersifat ad hoc atau sementara. Dan bisa dianggarkan di pos Sekretariat DPRD yang masuk dalam rencana strategis.
“Bisa dianggarkan. Dengan keberadaan konsultan ini, kami berharap, pembangunan infrastruktur di Gresik semakin baik dalam pengerjaannya dan awet kualitasnya serta memperkuat pengawasan baik oleh dewan maupun masyarakat,’pungkas dia.
Komentar telah ditutup.