GRESIK, Berita Utama – Video pendek memperlihatkan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno menggagumi produk ekonomi kreatif yang dikembangkan oleh pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) asal Gresik berupa bubuk kopi. Dan produk kopi lokal tersebut, sengaja dikirim oleh ke kantor Kemenparekraf oleh Dinas Pariwisata Ekonomi Kreatif, Kebudayaan, Kepemudaan dan Olahraga (Disparekrafbudpora) Gresik.
Bahkan, Sandiaga Uno sempat mencicipi bubuk kopi tersebut di kantor Kemenparekraf Jalan Gedung Sapta Pesona, Jakarta. Menurut mantan Gubernur DKI Jakarta itu, produk lokal olahan UMKM Gresik memiliki citarasa yang khas dan lain dari yang lain.
“Ini baru kopi lokal, mantap,” kata Sandi usai nyeruput secangkir kopi.
Menparekraf Sandiaga Salahuddin Uno juga mengatakan, pertumbuhan ekonomi kreatif harus terus didorong guna meningkatkan kesejahteraan dan pendapatan masyarakat. Apalagi, UMKM dan pelaku ekonomi kreatif memiliki peran penting dalam menopang ekonomi di Indonesia.
Sementara itu Kepala Dinas Pariwisata Ekonomi Kreatif, Kebudayaan, Kepemudaan dan Olahraga (Disparekrafbudpora) Gresik drg. Syaifuddin Ghozali menceritakan, pihaknya sengaja mengirimkan produk kopi lokal ini ke kantor Kemenparekraf. Sebab produk ini disamping telah masuk kategori ekonomi kreatif yang dikelola UMKM, juga memiliki ciri khas Gresik.
“Sengaja, kami mengirimkan produk kopi lokal ini. Karena kemasan sudah sangat menarik, secara rasa kopi ini ada ciri khas sebagai produk khas Gresik yaitu kopi kasar dengan aroma khas,” ujarnya kepada beritautama.co, Kamis (02/02/2023).
Mantan Kepala Dinas Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (KBPPA) Kabupaten Gresik itu menjelaskan, apresiasi Menparekraf Sandiaga Uno menjadi penambah motivasi bagi para pelaku UMKM dan ekonomi kreatif untuk terus bertumbuh pesat di Kabupaten Gresik. Bahkan menembus pasar domestik bahkan ekspor mancanegara.
“Luar biasa dan bangga, ini adalah produk ekraf bukan hanya UMKM biasa tapi sudah ada sentuhan kreatif disana. Semoga bisa terus berkembang dan menembus pasar tidak hanya lokal Gresik tapi Indonesia,” kata Ghozali.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik, lanjut Ghozali, telah memiliki GRESIK JAGOAN yang tertuang dalam salah satu program Nawakarsa. Untuk itu, pembinaan dan pendampingan para khususnya bagi pengusaha muda akan lebih dilakukan lebih masif lagi.
“Kita juga akan lombakan ekraf ini. Startup untuk pegiat ekraf dengan pembinaan dan menciptakan pengusaha-pengusaha muda di Gresik,” terangnya.
Disamping langkah-langkah pembinaan, Disparekrafbudpora juga akan menggandeng perusahaan-perusahaan agar bisa memberikan support dan dukungan terhadap pertumbuhan ekonomi kreatif di Kabupaten Gresik. Baik berbentuk dukungan modal pengembangan usaha, maupun program-program pelatihan.
“Mohon dukungan semuanya, termasuk dunia perusahaan di Kabupaten Gresik, dan kita akan kembangkan lagi pembinaan maupun pendampingan khususnya bagi pengusaha-pengusaha muda yang mengangkat ekonomi kreatif,” pungkas dia.
Komentar telah ditutup.