GRESIK- Berita Utama- Seiring datangnya musim hujan, habitat vespa affinis atau tawon ndas cenderung meningkat. Untuk menghindari jatuhnya korban, warga Gresik harus diminta hati-hati, dan segera menghubungi petugas jika membutuhkan bantuan penanganan sarang tawon ndas itu.
Seperti dilakukan Slamet Wahyudi yang tinggal di Dusun Wonokoyo RT 30, RW.09 Desa Menganti, Kecamatan Menganti. Mengetahui sarang tawon vespa di atas atap rumahnya bagian luar, dia khawatir sarang tawon semakin membesar dan membahayakan.
“Kemudian melapor ke perangkat desa yang menghubungi kami untuk minta bantuan,”jar Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Dan Penyelamatan (Damkarla) Gresik Agustin Halomoan Sinaga, Sabtu (07/01/2023).
Kemudian, 8 anggota tim rescue Damkarla Gresik Pos Driyorejo datang ke lokasi untuk melakukan evakuasi. Dan proses evakuasi berjalan dengan lancar.
Sengatan tawon Vespa tidak akan membuat korban meninggal, tetapi alergi dengan gejala bengkak. Penangannya dengan cara dikompres menggunakan es atau obat-obatan antihistamin dan corticosteroid. Jika sengatan tersebut tak ditangani 1×24 jam atau Tawon Vespa yang menyerang dalam jumlah banyak, maka akan terjadi hiperalergi berlanjut menjadi anafilaksis.
Anafilaksis adalah reaksi alergi berat yang bisa menyebabkan risiko sistemik atau merusak organ tubuh. Tawon Vespa affinis mempunyai racun sengat, sehingga orang tersengat berisiko mengalami kematian. Jika tak secara tepat ditangani, sengatan bisa merusak organ tubuh, seperti edema paru akut dan gagal ginjal dalam hitungan hari. Edema paru akut merupakan kondisi adanya penumpukan cairan di paru-paru yang menyebabkan kesulitan bernapas. Sementara gagal ginjal akut mengakibatkan fungsi ginjal menurun secara drastis.
“Selama Januari ini, sudah ada sembilan kejadian penyelamatan dan tiga kejadian kebakaran,”pungkas dia.