GRESIK, Berita Utama– Kepala desa (kades) dan ketua Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) diminta tidak tergesa-gesa dalam menjalankan operasional koperasi. Sebaliknya, perencanaannya harus matang sebelum melangkah lebih jauh dalam pengelolaan bisnis koperasi. Sehingga, tak ada kasus seperti KDMP Desa Pucangan, Kecamatan Montong, Tuban yang mendadak ditutup oleh mitra kerja samanya yakni PT Perekonomian Pondok Pesantren Sunan Drajat (PPSD), unit usaha dari Ponpes Sunan Drajat Lamongan. Penutupan dilakukan hanya berselang sehari setelah Presiden Prabowo Subianto meresmikan kelembagaan 80.081 KDMP se- Indonesia.
” Gresik patut diapresiasi karena menjadi salah satu daerah tercepat dalam menyelesaikan badan hukum kelembagaan KDMP di Indonesia. Namun dalam operasionalnya harus direncanakan matang” ujar Ketua DPRD Gresik, M Syahrul Munir dalam keterangannya, Kamis (24/07/2025).
Untuk itu, pihaknya meminta kepala desa dan ketua koperasi secepatnya menyusun business plan yang realistis.
‘Minimal, bussines plan untuk tiga bulan kedepan. Sehingga pada bulan September nanti sudah ada model bisnis yang jelas,” tegasnya.
Menurutnya, KDMP adalah program jangka panjang. Jadi tidak perlu terburu-buru dalam menentukan arah bisnis. Yang terpenting, ada perencanaan matang dan disepakati bersama oleh komponen penggerak di masing-masing desa,.
Syahrul menyebutkan bahwa ke depan, akan ada skema pendanaan dari Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) yang direncanakan masuk ke KDMP. Hal ini, menurutnya, memerlukan kesiapan yang ekstra agar pengelolaan dana tidak menimbulkan persoalan hukum di kemudian hari.
Sebab, keberadaan KDMP diharapkan mampu menjadi saluran distribusi baru sebagaimana arahan Presiden Republik Indonesia beberapa waktu lalu. Tujuannya, memangkas rantai distribusi yang terlalu panjang sehingga kebutuhan pokok masyarakat bisa tersedia dengan lebih cepat dan terjangkau.
Beberapa contoh usaha yang dapat dijalankan oleh KDMP antara lain penjualan sembako, apotek desa, penyediaan pupuk dan alat pertanian, serta penjualan produk unggulan dari masing-masing desa.
Gresik sendiri telah memiliki koperasi yang menjalankan kemitraan produktif, seperti yang dilakukan Koperasi Desa Dapet, Kecamatan Balongpanggang, yang bekerja sama dengan Pondok Pesantren Sunan Drajat.
“Model kolaborasi seperti ini positif karena mampu memberikan manfaat langsung kepada masyarakat,” imbuh dia.
Menurut Syahrul, Bupati Gresik juga telah menginisiasi pendampingan kelembagaan KDMP dengan menggandeng sejumlah universitas di Gresik.
“Kemarin Bupati juga menginisiasi gagasan tersebut untuk menggandeng universitas sebagai mitra pendampingan, saya berharap pola pendampingan kepada pengurus koperasi segera dirumuskan dan disosialisasikan, guna memperkuat peran koperasi sebagai pondasi perekonomian desa,”pungkas dia.
Komentar telah ditutup.