GRESIK, Berita Utama– Tantangan pendidikan ke depan semakin beragam. Karena itu, pemerintah daerah tidak dapat bekerja sendiri.
Dewan Pendidikan (DP) menjadi bagian penting dalam upaya Pemkab Gresik meningkatkan kualitas pendidikan di Kabupaten Gresik. Sebab, Pemkab Gresik menginginkan guru-guru semakin berkualitas, termasuk anak didik.
Hal tersebut dikatakan Bupati Fandi Akhmad Yani dalam pengukuhan Dewan Pendidikan Kabupaten Gresik periode 2026-2031 di Ruang Putri Cempo Kantor Bupati Gresik, Senin (28/09/2026).
Mereka diharapkan menjadi ruang bersama untuk memperkuat komunikasi, menyerap aspirasi, sekaligus memberi masukan bagi peningkatan kualitas pendidikan di Kabupaten Gresik.
Menurut Bupati Yani, peningkatan kualitas pendidikan perlu diarahkan pada kemampuan akademik sekaligus pembentukan karakter. Anak-anak Gresik diharapkan memiliki kemampuan bahasa asing dan matematika yang kuat, tanpa kehilangan akar budaya lokal.
“Gresik ini kota santri. Karena itu harus kokoh spiritualnya, tetapi juga tetap jago matematika, jago bahasa. Ini menjadi tantangan dan pekerjaan rumah kita bersama,” ujarnya.
Bupati Yani berharap DP Gresik dapat menjadi mitra pemerintah daerah dan Dinas Pendidikan dalam membahas berbagai persoalan pendidikan. Komposisi anggota yang berasal dari sejumlah unsur dinilai dapat memperkaya sudut pandang dalam merumuskan solusi.
“Ini PR (pekerjaan rumah-red) Dewan Pendidikan yang bisa berkolaborasi dengan pemerintah daerah, Dinas Pendidikan, DPRD dan berbagai pihak. Kita perlu duduk bersama untuk melihat apa yang paling dibutuhkan pendidikan Gresik,” katanya.
Salah satu tantangan yang perlu mendapat perhatian adalah memastikan setiap anak tetap memperoleh kesempatan untuk belajar. Pemkab Gresik telah menyiapkan sejumlah strategi, salah satunya melalui program Jaketku (Kejar Paketku) untuk menjangkau anak yang tidak melanjutkan pendidikan formal.
Selain itu, pemerintah juga terus menjaga dukungan terhadap program prioritas pendidikan di tengah kondisi fiskal daerah yang menuntut efisiensi. Fandi mengatakan BOSDA dan insentif guru, mulai dari PAUD hingga TK, masih diupayakan tetap terjaga hingga 2027.
“Di tengah efisiensi TKD (dana transfer ke daerah), kita harus menentukan mana yang benar-benar super prioritas. Belanja yang bisa dikurangi kita kurangi, sehingga anggaran tetap bisa diarahkan ke hal-hal yang menjadi prioritas, termasuk pendidikan,” ujarnya.
Menurut Bupati Yani, peningkatan kualitas pendidikan juga perlu berjalan beriringan dengan pemenuhan sarana dan prasarana. Jika kebutuhan sekolah negeri dapat ditopang melalui APBD, pemerintah bersama Dewan Pendidikan perlu mendiskusikan bentuk dukungan yang tepat bagi sekolah swasta.
Termasuk di dalamnya pengelolaan hibah pendidikan yang terukur dan transparan agar dukungan anggaran dapat memberikan manfaat yang optimal.
Komentar telah ditutup.