GRESIK, Berita Utama– Dewan Masjid Indonesia (DMI) Gresik melakukan MoU dengan Dinas Keluarga Berencana Perlindungan Perempuan dan Anak (KBPPA) terkait masjid ramah anak. Selain itu, DMI Gresik juga MoU dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Gresik tentang Eco Masjid dan masjid berwawasan lingkungan, Minggu (29/10/2023).
Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah (Bu Min) yang hadir menyoroti kondisi lingkungan di masjid. Yang mana mencakup pendidikan kepada anak dan kebersihan lingkungan.
“Saya tidak ingin masjid dikunci untuk anak-anak kita. Karena mereka punya hak untuk mendapatkan pembelajaran di masjid. Sudah maklum anak-anak saat menjadi makmum itu ramai. Maka ingatkan jangan dimarahi atau diusir,” ujar dia.
Menurutnya, hal tersebut menjadi ikhtiar panjang karena yang akan menggantikan sebagai imam, takmir, pengurus dan lainnya di masjid adalah anak-anak jaman sekarang. Terkait lingkungan, Bu Min juga mengatakan masjid harus menjadi tempat yang bersih dan nyaman saat digunakan oleh masyarakat.
“Maka, saya mohon teman-teman dari DMI Gresik dan di kecamatan, masjid dirawat betul agar dapat difungsikan dengan baik sebagai tempat pembelajaran dan keagamaan seperti pada zaman Rasulullah SAW.” ucap Bu Min yang juga Ketua Pimpinan Daerah Badan Koordinasi Majelis Ta’lim Masjid (PD BKMM) DMI Gresik itu.
Dalam rangka mendukung terwujudnya lingkungan masjid yang ideal, Dewan Masjid Indonesia (DMI) Gresik memberikan apresiasi kepada beberapa masjid dan musholla di Kabupaten Gresik melalui DMI Gresik Award. Penganugerahan ini merupakan puncak dari serangkaian acara yang dilakukan oleh DMI Gresik sejak beberapa waktu lalu.
Sebagai informasi, insentif marbot masjid dalam dua tahun kedepan tidak dianggarkan dalam APBD Gresik. Padahal, pada APBD Gresik tahun 2022, dianggarkan insentif untuk 1.129 petugas marbot . Nilainya cukup kecil hanya sebesar Rp 200 ribu sekali setahun.
Kondisi tersebut sempat membuat jengkel Komisi IV DPRD Gresik .Sebab Dinas Sosial (Dinsos) justru mengajukan anggaran kenaikan honor untuk koordinator dan pendamping program keluarga harapan (PKH) se- Kabupaten Gresik. Mereka diusulkan menerima sebesar Rp 200 ribu perbulannya. Tak pelak, Komisi IV DPRD Gresik mencoret usulan tersebut. Sebab, koordinator dan pendamping PKH sudah mendapat honor yang lumayan dari pemerintah pusat melalui Kementerian Sosial (Kemensos) RI.

