GRESIK, Berita Utama- Data kasus baru HIV/AIDS di Kabupaten Gresik, tercatat pada Oktober 2022 sebanyak 162 kasus. Angka ini meningkat hampir 3 kali pitas dibandingkan tahun 2021 ada 65 kasus. Hal ini menunjukkan penularan yang tinggi. Sekitar 49 % berasal dari laki-laki sex laki-laki (LSL/homosex). Selain itu, ada anak-anak, remaja, ibu rumah tangga, warga binaan Lembaga Pemasyarakatan (LP) atau narapidana.
“Rasanya miris dan sangat prihatin melihat data ini. Untuk itu, mari bersama sama berperan serta dalam penanggulangan HIV/AIDS,”ujar Wabup Aminatun Habibah (Bu Min) dalam sambutannya dalam kegiatan talk show memperingati Hari AIDS Sedunia tahun 2022 yang dilaksanakan Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kabupaten Gresik mengusung tema Satukan Langkah Cegah HIV Semua Setara Akhiri AIDS di Aula Masjid Agung Gresik (MAG), Senin (5/12/2022).
Para organisasi perangkat daerah (OPD) terkait diminta untuk bersinergi, berkolaborasi dengan Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kabupaten Gresik, sesuai tugas dan fungsi masing-masing. Supaya bisa terjadi akselerasi dalam penanggulangan HIV/AIDS di kabupaten kita tercinta.
“Sehingga target three zero (Zero kasus baru HIV – Zero Kematian AIDS – Zero Diskriminasi), bisa terwujud di tahun 2030, “tegas wabup.
Peringatan Hari AIDS Sedunia tahun 2022 mengusung tema equalize tersebut, mengajak masyarakat di seluruh dunia untuk mengatasi ketidaksetaraan, yang menghambat kemajuan dalam mengakhiri HIV/AIDS tahun 2030.
“Indonesia memiliki tantangan besar, untuk bisa mencapai 95-95-95 (Triple 95). Berdasarkan data sampai akhir Juni 2022, ada 85 persen orang dengan HIV/AIDS (ODHIV). Pada usia produktif antara 20 sampai 49 tahun, “terang Bu Min.
Ditambahkan, tantangan besar lainnya yaitu upaya pencegahan yang belum optimal. Kasus HIV di kawasan Asia tenggara menyumbang 10% dari total beban HIV di seluruh dunia. “Di Indonesia prevalensi HIV di sebagian besar wilayah adalah 0,26%. Sementara di Papua dan Papua Barat mencapai 1,8%, “ungkapnya.
Disebutkan, dalam kurun waktu 20 tahun terakhir, telah terjadi kemajuan dalam penanggulangan HIV/AIDS di dunia, termasuk Indonesia. Secara global epidemi HIV mengalami penurunan sekitar 33% sejak tahun 2001. Sehingga pada tahun 2012 diperkirakan terjadi sekitar 2,3 juta infeksi baru pada dewasa dan anak.
Kematian yang dikaitkan dengan AIDS, lanjut dia, menurun sampai 30% sejak 2005. Karena peningkatan akses pengobatan ARV termasuk kematian yang dikaitkan dengan TBC, juga menurun sampai 30% sejak 2004. “Kematian terkait AIDS, menurun dari puncaknya pada tahun 2004 dengan 1,7 juta kematian, terkait AIDS pertahun menjadi 770 ribu kematian terkait AIDS pada tahun 2016, “tukas dia.

