Site icon Beritautama.co

Timbunan Sampah di TPS Belakang Pasar Menganti Semakin Menggunung

MENGGUNUNG. Sampah di TPS yang berada di belakang Pasar Menganti semakin menggunng

GRESIK – Beritautama.co – Sampah masih menjadi pekerjaan rumah (PR) pemerintahan Gresik Baru di bawah kepemimpinan Bupati Fandi Akhmad Yani (Gus Yani) dan Wabup Aminatun Habibah (Bu Min) untuk segera dituntaskan. Termasuk dukungan secara konsisten dari seluruh lapisan masyarakat.

Sebab, berbagai tempat terjadi tumpukan sampah menggunung yang menganggu masyarakat. Bahkan, berpotensi menimbulkan berbagai dampak negatif bagi kesehatan selain polusi udara dari bau busuk yang menyengat.

Misalnya, kondisi tempat pembuangan sementara (TPS) yang berada di belakang Pasar Menganti. Pengguna jalan maupun masyarakat sekitar mengeluhkan sampah yang menggunung di pingir jalan dan selokan.

“Sampah semakin menggunung. Selain bau busuknya menyengat, rawan menyumbat saluran air di musim hujan seperti ini, sehingga menyebabkan banjir,”keluh Haris (26) warga Desa Domas Kecamatan Menganti yang melintas disitu, Senin (28/02/2022).

Ditanbahkan, kondisi sampah yang semakin menggunung sudah berlangsung sebulan terakhir. Kalau sebelumnya, tetap ada timbunan sampah disitu karena memang TPS, tetapi kondisinya tak separah sebulan terakhir ini.

“Ini semakin parah dan tumpukan sampah semakin tinggi dan kececeran di jalan,”imbuh dia.

Anggota Komisi III DPRD Gresik Abdullah Hamdi mengakui kondisi tumpukan sampah yang menggunung di belakang Pasar Menganti tersebut. Menurut dia, timbunan sampah di TPS tersebut over capacity.

“Murni karena over capacity antara lahan TPS dengan sampah yang setiap hari dibuang disitu. Karena, pengangkutan untuk pembuangan sampah ke tempat pembuangan akhir (TPA) di Ngipik, terlalu jauh jaraknya. Sehingga, tidak bisa loss,”ucap dia.

Politisi PKB yang mewakili daerah pemilihan () Kecamatan Menganti- Kedamean itu mengaku, sebulan silam telah minta Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Gresik dan Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Gresik berkolaborasi untuk mengurai sekaligus mengurangi sampah yang menggunung tersebut.  

“Didatangkan eksavator milik DPUTR dan truk angkutan sampah milik DLH. Tetapi, tak bisa maksimal. Soalnya,  membuangnya sampah jaraknya sangat jauh ke TPA Ngipik,”cetus dia,

Disisi lain, lanajut Hanmdi, sampah yang dibuang ke TPS di belakang Pasar Menganti, volumenya setiap hari sangat tinggi. Sehingga, sampah kembali menumpuk dan menggunung karena tertimbun terus. Sedangkan kapasitas untuk TPS sangat terbatas yang berimbas kondisinya semakin parah.

“Makanya, kita minta Pemkab Gresik segera merealisasikan pembangunan TPST (tempat pembuangan sampah terpadu-red) di Desa Belahanrejo Kecamatan Kedamean. Pembebasan lahan sudah beres. Ada juga anggaran untuk pembangunan hanggar dan jalannya di APBD Gresik tahun 2022 ini,”terang Hamdi.

Dukungan secara konsisten dari seluruh lapisan masyarakat untuk mengurangi sampah juga harus terus disosialisasikan dan diedukasi. Karena, permasalahan sampah bukan hanya kewajiban pemrintah semata, tetapi peran aktif masyarakat harus mensukseskan.

“Makanya,pemerintah harus mengadakan pelatihan, pemilahan untuk bank sampah dan juga TPST di setiap desa. Sehingga, permsalahan sampah di Gresik bisa diatasi bersama,” pungkas dia.

Exit mobile version