GRESIK, Berita Utama- Jembatan penghubung Kabupaten Gresik dan Mojokerto, tepatnya di Jalan Raya Desa Dapet Kecamatan Balongpanggang dikhawatirkan akan roboh. Sebab, ujung tanah tergerus aliran Kali Lamong yang deras akibat intensitas hujan yang cukup tinggi.
Sebagian tanah di ujung Jembatan yang menghubungkan Desa Dapet menju ke Kecamatan Dawarblandong, Kabupaten Mojokerto diperkirakan longsor sejak Kamis (16/02/2023) dini hari tadi. Terpantau sudah terpasang palang dari kayu dan ban bekas sebagai penanda agar pengendara yang melintas lebih berhati-hati.
” Efek hujan deras, terutama kemarin di area Lamongan dan Mojokerto,” ujar Camat Balongpanggang Muhammad Amri kepada beritautama.co di lokasi jembatan.
Atas kejadian tersebut, pihaknya sudah berkoordinasi dengan tim dari Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Gresik.
“Kita sudah koordinasi dengan Dinas PU, sekarang ini sedang dilakukan pengecekan,” tandasanya.
Anggota Komisi III DPRD Gresik mendesak DPUTR Gresik segera melakukan penanganan serius. Sehingga, tidak merusak bahu jalan serta abutmen tak rusak.
“Kalau tidak ditangani bisa mengikis kekuatan jembatan. Dalam jangka tertentu, jembatan bisa ambruk. Juga bahu jalan akan ikut ambrol yang membuat kerusakan maikin parah kalau dibiarkan,”tandasnya.
Sementara itu, Kepala Bidang (Kabid) Bina Marga Dinas PUTR Gresik Eddy Pancoro mengatakakan bahwa, hal tersebut bukan longsor tetapi urugan tanah oprit tergerus air dari sungai.
“Tanah urugan oprit saja yang tergerus arus Kali Lamong sama sayapnya. Ini tadi masih dianalisis sama tim teknis di lapangan,” ujarnya.
Eddy menambahkan, pihaknya akan segera melakukan penanganan awal terlebih dahulu untuk memastikan tingkat kerusakan terhadap dampak risiko yang akan terjadi.
“Untuk jangka panjangnya pasti kita tangani, sementara kita sand bag dulu,” pungkasnya.

