GRESIK, Berita Utama-PT Freeport Indonesia (PTFI) mendukung transformasi pendidikan di era Society 5.0 melalui serangkaian program yang dilaksanakan di 36 sekolah di 9 desa penerima manfaat di Kecamatan Manyar.
“Kami berharap melalui program ini dapat meningkatkan keterampilan teknologi para pendidik dan peserta didik di era society 5.0 sehingga dapat melahirkan inovasi dan pengembangan teknologi,” kata Manager Environmental & Sustainable Development PTFI Emily Muteb dalam siaran persnya, Kamis (22/08/2024)
Rangkaian program antara lain seminar pendidikan guru, outbound siswa, pelatihan pemanfaatan teknologi, dan lomba media pembelajaran.
“Kompetisi Media Pembelajaran sebagai implementasi dari workshop yang telah dilakukan sebelumnya untuk mengasah kreativitas para guru dalam menerapkan media pembelajaran,” kata Emily.
Ketua Pelaksana Rangkaian Program Pendidikan Siti Munaroh menyampaikan apresiasinya kepada PTFI dan berharap kerja sama ini dapat terus berlanjut. Dukungan ini menunjukkan komitme kuat PTFI dalam bidang pendidikan.
“Kami berharap kerja sama terus berlanjut sehingga kita bisa meningkatkan kualitas sekolah dari SD sampai SMA. Program ini sangat dibutuhkan oleh guru untuk memperbarui kegiatan dan hal-hal baru dalam kegiatan pembelajaran,” kata Siti.
Sebagai bagian dari dukungan pendidikan, PTFI melalui Pusat Transformasi Bersama (PTB) juga memberikan bantuan berupa smart TV dan printer kepada 36 lembaga pendidikan di 9 desa.
PTB yang lahir dari kerja sama PTFI dengan Yayasan Takmir Masjid Manyar (Yatamam) dan PT Raya Manyar Persada (RMP) memiliki fungsi utama mengelola sampah daur ulang sementara dari proyek pembangunan smelter.
Sampah hasil daur ulang dijual dan pemasukannya digunakan untuk membiayai berbagai kegiatan di bidang pendidikan, keagamaan, kesehatan, dan lingkungan, untuk masyarakat Gresik, khususnya yang tinggal di kawasan sekitar lokasi smelter berada. Seluruh rangkaian kegiatan pendidikan ini dibiayai dari hasil pengolahan limbah PTB.

