GRESIK, Berita Utama – Kendati ambles sejak Mei lalu, tetapi perbaikan ruas jalan kabupaten yang menghubungkan Kecamatan Menganti dengan Driyorejo, tepatnya di Jalan Raya Desa Mojosarirejo dengan Desa Wedoroanom Kecamatan Driyorejo ala kadarnya dan belum dikerjakan.
Dari pantauan beritautama.co di lapangan, perbaikan jalan tersebut hanya dilakukan pengurugan dengan sirtu. Belum tampak dilakukan pemerataan dan pemadatan jalan dengan aspal.
“Apa harus nunggu ada yang jatuh dulu, baru perbaikan dipercepat,” ujar Jemi Lio Dianta (32), salah satu pengendara motor yang melintas dengan nada kesal, Senin (28/08/2023).
Menurutnya, kondisi jalan tersebut tentu masih mengkhawatirkan. Terutama, bagi pengendara kendaraan bermotor yang belum pernah melintas di jalan tersebut.
“Kan ya bahaya. Kalau orang yang gak pernah lewat situ, bisa bahaya pas ngerem mendadak. Bisa jatuh ngosek-ngosek. Apalagi nanti keburu musim hujan,” imbuh warga asal Kecamatan Driyorejo.
Terpisah, Kepala Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) n Gresik Eddy Pancoro mengungkapkan, proses pengerjaan saat ini sudah masuk tahap kontraktual dengan penyedia jasa.
“Saat ini sedang tahap persiapan mulai pelaksanaan pekerjaan di lapangan,” tandas dia.
Berdasarkan data di layanan pengadaan secara elektronik (lpse) Pemkab Gresik, anggraan proyek pemeliharaan jalan berkala Randegansari- Wedoroanom tersebut sebesar Rp 1,1 miliar dalam APBD Gresik tahun 2023. Proses tender sempat gagal lelang sehingga lelang harus diulang.
Akhirnya, pemenang tender yakni CV. Maulana Jaya Utama dengan alamat Perum Graha Indah Blok G. No. 03 Kelurahan Tambakrigadung Kecamatan Tikung – Lamongan yang menawar sebesar Rp 899.833.333,-
Diketahui, sebelum terjadi keamblesan jalan tersebut telah dilakukan proses perbaikan. Diduga, penyebab amblesnya jalan lantaran beban aspal yang terlalu berat dan tidak adanya Tembok Penahan Tanah (TPT). Termasuk juga, jalan yang menjadi akses utama antar dua kecamatan ini kerap dilalui oleh kendaraan truk besar.

