GRESIK, Berita Utama – Mesin politik Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Gresik langsung dipanasi pasca kader terbaiknya, M Syahrul Munir dengan kebulatan tekad menyerahkan berkas pendaftaran sebagai bakal calon bupati (bacabup) ke desk Pilkada DPC PKB Gresik untuk serius running di Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Gresik 2024.
Sebab, sejak dibuka penjaringan secara terbuka pada 28 April hingga menjelang penutupan pada 29 Mei 2024 ini, hanya sosok M Syahrul Munir berani mengambil resiko untuk running di Pilkada Gresik 2024 ditengah perilaku pemilih yang pragmatis sehingga sulit melahirkan kader berkualitas dalam memimpin.
Konsekuensi ketika DPP PKB merekomendasi M Syahrul Munir ketika running di Pilkada Gresik, maka ketua Fraksi PKB DPRD Gresik tersebut harus mundur sebagai anggota DPRD Gresik periode 2024-2029 nanti. Padahal, ketua DKC Garda Bangsa Gresik tersebut baru saja terpilih dalam Pemilu Legislatif (Pileg) pada Februari 2024 lalu.
DPC PKB Gresik memanasi mesin politik dengan melakukan konsolidasi partai melalui Musyawarah Pimpinan Cabang (Muspimcab) untuk persiapan helatan Pilkada serentak 2024 di Kantor DPC PKB, Kamis (23/05/ 2024) dengan dihadiri jajaran Dewan Syuro, Tanfidz dan seluruh pengurus PAC tersebut.
“Hasil dari Muspimcab, PKB Gresik harus memiliki kader internal yang maju sebagai Calon Bupati atau Calon Wakil Bupati dalam Pilkada serentak 2024,”ujar Ketua DPC PKB Gresik Much Abdul Qodir kepada awak media. .
Dijelaskan, Muspimcab mengamanatkan kepada pimpinan PKB Gresik untuk menjalin komunikasi dengan semua pihak, baik partai politik maupun tokoh masyarakat agar bisa bersama memunculkan sosok yang diusung sebagai Calon Bupati dan Wakil Bupati bergandengan dengan kader PKB.
“Nah keputusan yang paling esensial dan fundamental dalam Muspimcab tadi, perintah forum agar ada kader internal kami yang running pilkada, baik sebagi Cabup maupun Cawabup,” tegas Qodir.
Muspimcab ini sekaligus merevisi keputusan Musyawarah Kerja Cabang (Muskercab) Juli 2022 yang menugaskan Ketua DPC PKB Gresik Much Abdul Qodir untuk mencalonkan diri sebagai Calon Bupati di Pilkada 2024.
“Karena situasi sekarang sudah berubah dan sangat dinamis, dan saya juga memutuskan tidak mencalonkan diri sebagai Calon Bupati di pilkada 2024,” imbuh Qodir.
Diakuinya, kader internal yang sudah siap maju sebagai Calon Bupati adalah M. Syahrul Munir. Syahrul sendiri sudah mengembalikan formulir pendaftaran. Kemudian ada Dimas Setyo Wicaksono yang mengambil formulir pendaftaran Bakal Calon Wakil Bupati.
“Bila pendaftaran sudah ditutup pada 29 Mei 2024 nanti, kami akan menginstruksikan ke struktur partai dari cabang hingga ranting untuk mensosialisasikan kader internal kami yang mendaftar sebagai calon Bupati dan Wakil Bupati,” tutur Qodir.
Pada kesempatan yang sama, Sekretaris DPC PKB Gresik Imron Rosyadi menyampaikan, Muspimcab ini juga sebagai ruang laporan kerja Dukungan Elemen Satuan Kerja (Desk) Pilkada yang bertugas memproses pendaftaran Bakal Calon Bupati dan Wakil Bupati.
“Desk Pilkada bertugas secara administratif dalam penerimaan pendaftaran calon Bupati dan Wakil Bupati. Apabila pendaftaran sudah ditutup mandataris partai lah yang akan melakukan komunikasi dengan semua pihak untuk menguatkan pasangan calon yang kami usung di mana salah satunya adalah kader internal,” tandas dia.
Mandataris partai yang dimaksud, sambng dia,yakni Ketua dan Sekretaris Dewan Syuro DPC PKB Gresik. Serta Ketua, Sekretaris dan Bendahara DPC PKB Gresik.

